SAMARINDA – Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional serta Layanan Khusus Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison mengatakan pembinaan atlet difabel membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam aspek pendampingan dan aksesibilitas fasilitas.
“Setiap atlet difabel membutuhkan minimal satu pendamping, baik dalam sesi latihan maupun saat kompetisi berlangsung. Ini membuat kebutuhan tim meningkat,” katanya Jum’at (8/11/2024).
Menurut hal itu penting menjadi perhatian agar para atlet mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Sehingga perlu adanya dukungan dengan fasilitas yang menunjang seluruh kebutuhannya.
Dia mengakui, penggunaan anggaran bagi atlet difabel lebih tinggi jika dibandingkan dengan para atlet lainnya.
“Karena mereka memerlukan bantuan khusus dalam berbagai aktivitas. Contohnya atlet tunanetra itu butuh pendampingan intensif ketika latihan hingga kegiatan sehari-hari, termasuk pada saat melakukan perjalanan atau menginap di hotel,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus pada fasilitas aksesibilitas sarana dan prasarana.
“Pentingnya dukungannya pemerintah agar atlet difabel Kaltim bisa mencapai prestasi yang membanggakan,” pungkasnya.(Adv/Dispora Kaltim)
![]()





