KAUBUN — Tak perlu menunggu proposal panjang. Warga Desa Bumi Rapak cukup bicara langsung, dan Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi langsung memberi tenggat waktu. Satu bulan untuk jembatan, satu unit excavator untuk irigasi.
Dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Kaubun, Mahyunadi menanggapi dua keluhan pokok warga, yaitu saluran irigasi yang tersumbat dan jembatan Tundano yang rusak. Keduanya bukan hanya soal infrastruktur, tapi menyangkut pangan dan pendidikan.
“Saya minta perbaikan jembatan sementara ini maksimal diselesaikan dalam waktu satu bulan. Ini menyangkut akses anak sekolah, petani, dan aktivitas warga sehari-hari. Harus jadi,” kata Mahyunadi di hadapan Camat Kaubun, Kepala Desa, Kadisnakertrans Roma Malau, hingga perwakilan perusahaan seperti PT GAM dan PT Indexim.
Untuk saluran irigasi yang mengalami sedimentasi, Mahyunadi menjanjikan pengadaan excavator mini pada tahun depan. Alat itu akan digunakan untuk membersihkan saluran yang menjadi nadi sawah dan kebun warga.
“Ini bagian dari visi kami untuk mengangkat ekonomi kerakyatan berbasis desa. Irigasi yang lancar akan mendukung produksi pangan dan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Tak hanya infrastruktur, Mahyunadi juga membawa program perlindungan sosial. Sebanyak 2.000 kartu BPJS Ketenagakerjaan diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Bumi Rapak. Program ini menyasar petani, buruh kebun, nelayan, dan pekerja harian lepas.
Roma Malau dari Disnakertrans menyatakan program ini bukan hadiah, tetapi hak masyarakat pekerja yang selama ini tak terjamah skema jaminan sosial formal. “Jika terjadi kecelakaan kerja, ada jaminan. Keluarga mereka pun punya kepastian hidup,” katanya.
Warga menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Tidak semua pertemuan pemerintahan mampu menciptakan suasana seperti ini: informal, lugas, dan menghasilkan keputusan nyata.
“Selama ini kami menunggu datangnya pemimpin seperti ini, yang hadir dan menjawab langsung,” ungkap salah seorang warga.
Di Bumi Rapak, kebutuhan tidak sekadar dicatat, tapi ditindak.* (ADV/ProkopimKutim/PK)
![]()







