BONTANG – Stigma bahwa sekolah kesetaraan hanya sekadar formalitas untuk mengejar ijazah ditepis SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bontang. Sebagai lembaga pendidikan negeri, SKB tetap menerapkan aturan disiplin, etika, dan tata tertib yang ketat bagi seluruh warga belajar.
Penegakan aturan ini dilakukan untuk menjaga kualitas lulusan sekaligus memastikan proses pendidikan berjalan optimal. Di SKB, penilaian tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga kehadiran dan perilaku siswa.
Plt Kepala SKB Bontang, Hairul Saleh, menegaskan bahwa fleksibilitas sistem belajar bukan berarti tanpa aturan.
“Kami memang fleksibel, tapi tidak main-main dengan kedisiplinan. Warga belajar wajib mengikuti pertemuan tatap muka sesuai jadwal.
Kalau sering bolos tanpa alasan jelas, akan kami panggil dan lakukan pembinaan,” ujarnya.
Selain kehadiran, aspek etika juga menjadi perhatian. Siswa diwajibkan berpakaian sopan serta menjaga perilaku selama berada di lingkungan belajar. Bahkan, bagi siswa dengan riwayat masalah dari sekolah sebelumnya, SKB memberikan pendampingan khusus untuk membentuk karakter yang lebih baik.
Langkah ini sekaligus menjawab keraguan masyarakat terhadap kualitas pendidikan non-formal. SKB memastikan lulusan tidak hanya memiliki ijazah setara, tetapi juga kesiapan mental dan sikap untuk terjun ke dunia kerja maupun kehidupan sosial.
“Ijazah yang kami keluarkan harus dibarengi perubahan sikap. Jadi masyarakat tidak perlu ragu, lulusan SKB tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki karakter,” pungkas Hairul.(adv)
![]()







