BONTANG – Program Kelas Mandiri yang diinisiasi SPNF SKB Bontang kini tak lagi sekadar wacana. Program pendidikan berbasis fleksibilitas ini bahkan telah berjalan dan memiliki beberapa angkatan warga belajar.
Mayoritas peserta yang tergabung merupakan masyarakat usia dewasa yang sudah bekerja, namun tetap ingin melanjutkan pendidikan kesetaraan.
Plt Kepala SKB Bontang, Hairul Saleh, mengatakan tingginya minat menunjukkan bahwa program ini memang dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, Kelas Mandiri menjadi solusi bagi warga yang selama ini kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan sekolah.
“Rata-rata yang ikut ini pekerja. Ada yang karyawan, ada juga yang sudah berkeluarga, tapi tetap punya semangat untuk menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran dilakukan secara fleksibel dengan sistem daring, salah satunya melalui grup WhatsApp. Sementara itu, pertemuan tatap muka tetap dilakukan secara berkala untuk memastikan pemahaman materi.
Dalam satu semester, warga belajar dijadwalkan mengikuti empat kali pertemuan langsung, yang biasanya dilaksanakan pada malam hari.
Hairul menegaskan, fleksibilitas ini menjadi kunci utama keberhasilan program, tanpa mengurangi kualitas pembelajaran yang diberikan kepada peserta.
“Walaupun mandiri, tetap kami kontrol. Ada tatap muka, ada evaluasi, jadi kualitasnya tetap terjaga,” jelasnya.
Ia berharap, keberadaan Kelas Mandiri dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah.
“Kami ingin semua masyarakat punya kesempatan yang sama. Sekarang tidak ada lagi alasan tidak sekolah karena sibuk kerja, semuanya sudah bisa menyesuaikan,” pungkasnya.
![]()







