BONTANG – Sebanyak 57 guru sekolah dasar se-Kota Bontang mengikuti kegiatan character building yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa program tersebut merupakan komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam mendorong pengembangan kapasitas guru.
“Salah satu komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota adalah meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia, khususnya guru. Karena pada saatnya nanti, proses ini akan berdampak positif kepada peserta didik,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pembangunan karakter di tengah tantangan perilaku anak-anak saat ini, baik dari sisi etika maupun estetika. Menurutnya, pendekatan berbasis kasih sayang menjadi kunci dalam proses pendidikan.
“Intinya, pembangunan karakter saat ini sangat dibutuhkan melihat fenomena sikap, etika, dan estetika anak-anak kita. Maka pendekatan kasih sayang dan cinta kasih inilah yang mungkin paling dibutuhkan. Itu sebabnya kegiatan ini menjadi sangat penting,” jelasnya.
Abdu juga menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan kebijakan dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang menekankan pentingnya menghadirkan budaya dalam proses pendidikan.
Sementara itu, Asisten BKPSDM Bontang, Lukman, menyoroti pentingnya guru memahami diri sendiri sebagai bagian dari penguatan karakter pendidik.
“Guru yang utuh adalah guru yang mengenal dirinya, memahami potensinya, serta mampu mengelola emosi dan menghadapi tantangan dengan bijak,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa peran guru tidak hanya sebatas meningkatkan kompetensi mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam pembentukan karakter.
“Tidak hanya dalam meningkatkan kompetensi mengajar, namun juga dalam membentuk karakter dan keteladanan sebagai pendidik,” tambahnya.
Lukman berharap para peserta dapat menularkan nilai-nilai positif yang diperoleh selama kegiatan kepada rekan sejawat, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berkelanjutan di Kota Bontang.
“Harapannya, nilai-nilai positif dan hasil pembelajaran ini bisa ditularkan kepada sesama guru, sehingga terbangun ekosistem pendidikan yang kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan di Bontang,” tutupnya.(adv)
![]()







