Potretkata.co, BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menemukan adanya anak putus sekolah saat meninjau lokasi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Bontang Lestari (Bonles), Jumat (27/3/2026).
Temuan tersebut didapat saat ia mengunjungi salah satu keluarga penerima manfaat di RT 08, Jalan Linmas 2.
Berdasarkan informasi di lapangan, anak tersebut sebelumnya bersekolah di SD Negeri 007 Bontang Selatan. Namun, ia terpaksa berhenti setelah dua kali tidak naik kelas karena belum mampu membaca.
Menanggapi kondisi tersebut, Neni langsung menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera turun tangan melakukan pendampingan secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anak di Kota Bontang yang putus sekolah, sejalan dengan program Wajib Belajar 13 Tahun yang tengah digencarkan pemerintah.
“Ini tidak boleh terjadi. Ada anak tidak bisa membaca sampai dua kali tidak naik kelas, lalu putus sekolah. OPD harus segera bergerak,” tegasnya.
Selain intervensi dari pemerintah, Pemkot Bontang juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi lintas sektor dan relawan pendidikan, guna memberikan bimbingan belajar kepada anak tersebut. Langkah ini diharapkan dapat membantu anak kembali melanjutkan pendidikannya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendampingi proses belajar anak. Ia menilai kurangnya perhatian dari keluarga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut.
“Anak jangan dibiarkan hanya bermain gawai. Harus ada pendampingan belajar di rumah,” ujarnya.
Neni menambahkan, pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung pendidikan, mulai dari seragam gratis, program makan bergizi, hingga pendidikan tanpa biaya. Oleh karena itu, ia berharap orang tua dapat lebih aktif berperan dalam memastikan anak tetap bersekolah.
Ia juga menekankan pentingnya pemantauan sosial secara berkelanjutan, serta kehadiran pemerintah dalam melindungi hak anak agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
![]()







