SANGATTA — Universitas Terbuka (UT) Kutai Timur (Kutim) mengingatkan mahasiswa baru untuk menjaga integritas akademik, kedisiplinan, dan etika belajar selama mengikuti pendidikan jarak jauh. Pesan tersebut menjadi bagian dari arahan Rektor UT Periode 2025–2030, Prof Ali Muktiyanto, dalam kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB).
OSMB UT Kutim berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati, dan diikuti 266 dari 382 mahasiswa baru semester ini. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami sistem pembelajaran mandiri berbasis digital yang diterapkan UT.
Dalam video Rektor UT Menyapa, Prof Ali mengatakan mahasiswa UT diharapkan tidak hanya mengejar kelulusan akademik. Mereka juga didorong untuk mampu menjadi agen perubahan dan memberikan dampak positif di lingkungan masing-masing.
“Mahasiswa UT harus tumbuh menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Sistem Layanan Pendukung Keterampilan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) dirancang untuk menembus batas geografis, sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkembang dan mengasah potensi,” tegas Prof Ali.
Ia menyampaikan UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas global. Sistem pendidikan yang memungkinkan mahasiswa belajar secara mandiri menjadi salah satu karakter utama UT.
Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kedisiplinan dalam mengikuti proses pembelajaran. Integritas akademik dan etika belajar juga harus tetap dijaga meskipun proses pendidikan berlangsung dengan dukungan teknologi dan sistem jarak jauh.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, yang hadir membuka kegiatan secara resmi menyambut baik komitmen UT. Ia menilai keberadaan mahasiswa baru menjadi bagian dari investasi daerah dalam membangun SDM berkualitas.
“Pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi dari kualitas SDM yang adaptif dan berintegritas. Kehadiran para mahasiswa baru ini adalah investasi masa depan Kutai Timur agar kita tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” ujar Mahyunadi.
OSMB diharapkan membantu mahasiswa memahami tata cara belajar mandiri berbasis digital. Selain itu, mahasiswa baru diharapkan mampu menjalani proses akademik dengan sikap responsif terhadap tantangan zaman serta memiliki kemampuan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.(ADV/prokopim/Kutim)
![]()







