Potretkata.co, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melakukan penyesuaian terhadap sejumlah program dalam APBD 2026, sebagai respons atas tekanan fiskal yang tengah dihadapi daerah.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa kondisi ini tidak terlepas dari dinamika kebijakan fiskal pemerintah pusat, yang turut mempengaruhi kapasitas keuangan daerah hingga tahun 2027.
Menurutnya, perubahan kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap ruang fiskal daerah, sehingga pemerintah perlu melakukan penyesuaian agar tetap menjaga stabilitas pembangunan dan pelayanan publik.
“Penyesuaian ini harus dilakukan agar program prioritas tetap berjalan, meskipun dalam keterbatasan anggaran,” ucapnya, Selasa (7/4/2026).
Meski dihadapkan pada tantangan tersebut, Neni menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya tinggal diam. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memastikan program pembangunan tetap berjalan optimal.
“Saya selaku Wali Kota Bontang, akan terus berupaya semaksimal mungkin mengakses program-program pembangunan yang pendanaannya bersumber dari kementerian terkait,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam menutup keterbatasan anggaran daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan di Kota Bontang.
![]()







