Kutai Kartanegara- Sebagai Kandidat Bakal Calon (Bacalon) Bupati Kukar pada pilkada serentak November mendatang, Alif Turiadi telah mengembalikan formulir sekretariat DPC Partai Gerindra Kutai Kartanegara.
Menurut Alif Turiadi, Dirinya telah membangun komunikasi politik ke lintas partai untuk membangun koalisi.
“Dinamika politik kita saat ini cukup berkembang. Kita tidak bisa memastikan akan berdampingan dengan siapa yang pasti kita bangun koalisi dengan semua partai,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Senin, (20/5/24)
Bukan tanpa visi, Alif memantapkan niatnya maju sebagai calon bupati Kukar yakni ingin memastikan setelah perpindahan Ibu Kota Nusantara, masyarakat Kukar tetap hidup adil dan makmur.
Lebih lanjutnya, Alif menyebutkan bahwa dengan membawa tagline Adil-Makmur di harapkan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat untuk terwujudnya pemerataan pembangunan dan pemerataan ekonomi.
“Dengan tagline Kukar Adil Makmur, kita ingin masyarakat kita makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran. Implementasinya seperti apa nanti kita jabarkan dalam visi misi,” pungkasnya.
Sementara itu Sekretaris DPC Gerindra Kukar sekaligus Ketua Penjaringan Calon Bupati dan Wakil Bupati, M Irham mengaku bahwa partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tersebut telah menerima empat bakal calon yang mengembalikan formulir pendaftaran.
Sementara itu, Ketua Penjaringan Calon Bupati dan Wakil Bupati, M Irham mengatakan bahwa telah menerima 4 bacalon yang sudah mengembalikan formulir yakni Akhmad Reza Pahlevi, Dendi Suryadi, M Alif Turiadi dan Rudiansyah.
Sekretaris DPC Gerindra Kukar ini mengatakan akan melakukan survei terlebih dahulu sebelum menetapkan nama yang akan di serahkan ke Provinsi dan Pusat.
“Selain elektabilitas kita juga harus melihat visi misinya. Tapi untuk menentukan itu kita akan lakukan survei terlebih dahulu,” terangnya.
Terakhir, Irham juga telah berkomunikasi dengan sejumlah Partai Politik diantaranya ada PKB, PAN, dan Nasdem untuk membangun koalisi bersama.
“Tidak menutup kemungkinan kita juga merangkul PDI Perjuangan dan Golkar karena politik itu dinamis,” tutupnya
![]()






