BONTANG – Akses utama menuju SMP Negeri 5 Bontang dipastikan tetap bisa digunakan setelah pihak perusahaan pemilik lahan, PT KNE, menyetujui perpanjangan izin pemanfaatan jembatan oleh sekolah.
Kepastian ini menjadi angin segar bagi pihak sekolah. Pasalnya, jembatan tersebut selama ini menjadi jalur utama yang digunakan ratusan siswa untuk berangkat dan pulang sekolah setiap hari.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 5 Bontang, Sari Indrawati, menjelaskan bahwa sebelumnya sempat ada wacana penggunaan jalur alternatif di bagian belakang kawasan sekolah. Namun, opsi tersebut dinilai kurang ideal.
Ia menyebut jalur alternatif itu harus menampung pergerakan siswa dari beberapa sekolah yang berada dalam satu kawasan, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan.
“Kalau semua diarahkan ke jalur belakang, itu jadi menumpuk. Apalagi dipakai juga oleh siswa dari jenjang lain,” ujarnya.
Kondisi tersebut dikhawatirkan meningkatkan risiko keselamatan, terutama saat jam masuk dan pulang sekolah yang cenderung padat.
Dengan diperpanjangnya izin penggunaan jembatan, siswa kini dapat kembali melalui jalur yang lebih representatif. Selain lebih luas, akses ini juga memudahkan pihak sekolah dalam melakukan pengawasan.
Menurut Sari, pengendalian arus siswa menjadi lebih teratur sehingga aktivitas belajar mengajar tidak terganggu oleh persoalan akses.
“Dari sisi keamanan dan pengawasan tentu jauh lebih baik. Pergerakan siswa bisa lebih terpantau,” katanya.
Kebijakan ini juga memberikan ketenangan bagi orang tua, karena akses menuju sekolah dinilai lebih aman dan tertib.Pihak sekolah berharap perpanjangan izin ini dapat terus berlanjut.
“Sehingga akses jembatan tetap menjadi jalur utama yang aman dan mendukung kelancaran aktivitas belajar siswa setiap hari,” pungkasnya.
![]()







