SANGATTA – Proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2026 memasuki tahapan seleksi fisik. Sebanyak 134 pelajar berhasil lolos dari rangkaian seleksi awal dan kini mengikuti proses lanjutan dengan sistem gugur.
Kegiatan pembukaan seleksi yang berlangsung di Aula Hotel Five Style Kutai Permai beberapa pekan lalu dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Kalimantan Timur Syarifuddin Noor, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, tim penilai, tim medis, pelatih, serta seluruh peserta.
Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama Badan Kesbangpol Kutim Hapiah mengatakan seluruh tahapan seleksi telah dipersiapkan sejak awal tahun. Dimulai dari pembentukan tim pelaksana pada Januari 2026, pemerintah kemudian melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan untuk menjaring peserta dari berbagai wilayah di Kutim.
Sebanyak 204 pelajar mendaftarkan diri dalam seleksi tersebut. Setelah melalui verifikasi administrasi selama 23 Februari hingga 6 Maret 2026, sebanyak 187 peserta dinyatakan memenuhi syarat, terdiri atas 135 putra dan 52 putri.
Peserta yang lolos administrasi kemudian mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU) pada 12–13 Maret 2026. Dari tahapan tersebut hanya 134 peserta yang berhasil melanjutkan ke seleksi fisik, dengan komposisi 85 putra dan 49 putri.
“Seluruh peserta yang hadir hari ini telah melewati proses penyaringan awal secara daring, mulai dari pendaftaran hingga TWK. Dari hasil seleksi tersebut, terjaring 134 peserta yang berhak mengikuti seleksi fisik mulai 7 hingga 10 April,” jelas Hapiah.
Ia menerangkan bahwa seleksi fisik menggunakan sistem gugur pada setiap tahapan. Pemeriksaan kesehatan menjadi tahap pertama sebelum peserta mengikuti rangkaian tes lainnya. Dalam proses itu, enam peserta dinyatakan gugur karena berbagai faktor, mulai dari mengundurkan diri, mengalami kecelakaan, hingga tidak memenuhi standar kesehatan, terutama hasil pemeriksaan penglihatan.
“Setiap tahapan menggunakan sistem gugur, sehingga peserta yang tidak memenuhi kriteria langsung tersaring pada tahap tersebut,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menunjukkan kemampuan terbaik. Menurutnya, mereka merupakan wakil dari berbagai kecamatan yang telah melewati proses seleksi cukup panjang.
Ia menekankan bahwa menjadi Paskibraka membutuhkan kesiapan fisik, mental, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Selain itu, peserta juga harus memiliki moralitas yang baik karena nantinya akan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.
“Menjadi Paskibraka bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari proses pembinaan dan penempaan diri. Dari sini akan lahir purna Paskibraka yang tangguh dan berkarakter,” ujar Ardiansyah.
Ia berharap seleksi ini mampu menghasilkan putra-putri terbaik Kutim yang tidak hanya mampu menjalankan tugas pengibaran bendera pada HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, integritas, dan semangat kepemimpinan sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.(adv)
![]()







