SANGATTA — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menjalankan sejumlah program strategis untuk meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan peran guru. Program tersebut menjadi bagian dari agenda kepengurusan PGRI Kutim periode 2026-2030.
Langkah awal kepengurusan baru ditandai dengan kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi. Ratusan guru mengikuti kegiatan tersebut sejak pagi.
Ketua PGRI Kutim, Yetti Arika Desiviana, mengatakan jalan sehat menjadi program perdana setelah kepengurusan PGRI Kutim dilantik pada Februari 2026.
“Jalan sehat dalam HUT ke-81 RI yang dilaksanakan oleh PGRI Kutim ini merupakan program perdana dari pengurus PGRI Kutim sejak dilantik pada bulan Februari 2026 lalu,” ujarnya.
Menurut Yetti, PGRI Kutim ingin memperluas peran organisasi. PGRI tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial seperti upacara Hari Guru Nasional maupun Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), tetapi juga menyiapkan program berkelanjutan hingga 2030.
“Selama ini mungkin yang bapak dan Ibu guru tahu serta dengar, PGRI hanya melaksanakan upacara Hari Guru dan juga Porseni. Insyaallah, mulai tahun ini kami Pengurus PGRI Kabupaten Kutim akan mempersiapkan dan melaksanakan berbagai program berkelanjutan sampai tahun 2030 mendatang,” tegasnya.
Sejumlah program kreativitas guru turut disiapkan, yakni Lomba Cerita Inspiratif, Lomba Cipta Puisi, dan Lomba Video Pembelajaran. Karya terbaik dari kompetisi tersebut akan didokumentasikan dan dibukukan.
“Untuk Lomba Cipta Puisi dan Lomba Cerita Inspiratif, nanti karya-karya terbaiknya akan kami bukukan secara resmi dan akan kami launching tepat pada Peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 November 2026 mendatang,” katanya.
Selain itu, PGRI Kutim juga menyiapkan Porseni tingkat kabupaten dan provinsi. Puncak kegiatan tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada akhir November 2026.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyambut positif program tersebut. Ia menilai guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda.
“Profesi guru saat ini harus dipandang sebagai pahlawan yang memiliki jasa besar dan konkret bagi keberlangsungan serta kemajuan bangsa,” kata Mahyunadi.(ADV/prokopim/Kutim)
![]()







