SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempercepat pemenuhan persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Simono, Teluk Lingga, Sangatta. Pemerintah daerah menargetkan lokasi tersebut dapat masuk dalam Tahap 3B proses lelang pembangunan pada skema pengembangan nasional 2026.
Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, mengatakan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan seluruh dokumen yang dibutuhkan dapat segera dipenuhi.
“Kami terus melengkapi apa yang masih kurang. Lahan sudah disiapkan, calon penerima manfaat juga sudah ada. Sekarang beberapa dokumen teknis masih dalam proses. Kami ingin semuanya selesai supaya Kutai Timur bisa segera masuk ke tahap berikutnya,” kata Ernata.
Lokasi Sekolah Rakyat disiapkan di atas lahan seluas delapan hektare. Lahan tersebut telah melalui proses pembersihan dan dipastikan bebas sengketa. Pemkab Kutim juga telah menyiapkan data calon penerima manfaat kategori desil 1 dan desil 2, surat pernyataan minat, dokumen hibah, serta Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).
Pemerintah turut menyiapkan peta geospasial dan dukungan jaringan listrik, air serta telekomunikasi. Sementara sejumlah kebutuhan teknis masih dalam proses, termasuk sertifikasi lahan oleh BPN, uji tanah dan topografi, serta pekerjaan pematangan lahan melalui cut and fill.
Asisten II Sekretaris Kabupaten Kutim Bidang Perekonomian dan Pembangunan Noviari Noor menegaskan kesiapan administratif dan teknis menjadi perhatian utama sebelum pembangunan memasuki tahapan berikutnya.
“Kami datang bukan hanya untuk melihat sekolahnya, tetapi juga ingin memastikan apa saja yang harus kami siapkan. Kami ingin semua persyaratan dipenuhi dengan benar, supaya ketika masuk tahap berikutnya tidak ada lagi dokumen atau kesiapan yang kurang,” tegas Noviari, belum lama ini.
Di sisi lain, Sekolah Rakyat memiliki sasaran khusus, yakni anak-anak dari keluarga rentan yang kehilangan akses pendidikan akibat persoalan ekonomi, konflik keluarga maupun alasan lainnya.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim Andi M. Ishak menyebut program tersebut menjadi intervensi sosial melalui pendidikan untuk memutus rantai kemiskinan.
“Sekolah Rakyat ini bukan sekadar sekolah. Tujuan utamanya adalah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujar Andi.
Skema nasional Sekolah Rakyat 2026 terdiri atas Tahap 3A dengan tujuh lokasi, 3B sebanyak 11 lokasi, dan 3C sebanyak 89 lokasi. Kutim membidik Tahap 3B yang diprioritaskan menuju lelang konstruksi fisik.(ADV/prokopim/Kutim)
![]()







