Potretkata, Bontang – Kasus bunuh diri akibat depresi berat kian marak terjadi, memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Psikiater RSUD Taman Husada Bontang, dr. Dewi Maharni, M.Sc, Sp.KJ, menegaskan bahwa peran keluarga dan lingkungan terdekat sangat krusial dalam mencegah tindakan fatal tersebut.
Menurut dr. Dewi, seseorang yang mengalami depresi berat biasanya menunjukkan perubahan perilaku yang mencolok.
“Kalau sebelumnya dia ceria, tiba-tiba menjadi pendiam, sering melamun, kehilangan semangat hidup, bahkan ada gangguan pola makan dan tidur, itu sudah menjadi sinyal bahaya,” jelasnya saat ditemui belum lama ini.
Ia memaparkan, penderita depresi tidak selalu kehilangan nafsu makan. Ada yang justru makan berlebihan sebagai pelampiasan emosi. Begitu pula pola tidur, ada yang insomnia, namun ada pula yang tidur berlebihan. Pun keluarga perlu peka jika ada perubahan drastis seperti ini.
Tanda lain yang patut diwaspadai adalah munculnya ucapan-ucapan bernada putus asa. Misalnya, seseorang mengatakan, “Aku ingin pergi jauh,” atau “Kayaknya aku pengen mati aja.” Meski terdengar samar, kata-kata tersebut kerap menjadi kode terselubung atas keinginan mereka untuk mengakhiri hidup.
Dr. Dewi juga mengingatkan bahwa beberapa penderita depresi berat memulai tindakan self-harm, seperti melukai diri sendiri, menyayat kulit (cutting), atau membenturkan kepala ke dinding.
“Ini alarm serius. Jangan tunggu sampai mereka mencoba bunuh diri. Segera cari bantuan profesional,” tegasnya.
Apabila seseorang sudah menunjukkan indikasi bunuh diri, seperti memiliki ide atau mencoba melakukannya, tindakan medis yang tepat adalah rawat inap. Sayangnya, RSUD Taman Husada belum memiliki fasilitas rawat inap jiwa, sehingga pasien akan dirujuk ke RS Atma Husada.
“Di sana, pasien dengan gangguan jiwa berat akan diawasi ketat, bahkan ada CCTV untuk memantau perilaku mereka selama 24 jam. Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas dr. Dewi.
Keluarga diharapkan lebih peka dan tidak ragu membawa anggota keluarganya ke psikiater jika melihat tanda-tanda depresi. Mencegah lebih baik daripada menyesal kemudian. (Adv/Ira)
![]()







