Potretkata.co,BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat langkah percepatan penurunan stunting, dengan meningkatkan koordinasi lintas sektor dan kapasitas kader Posyandu.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan data pertumbuhan anak yang diperoleh di lapangan akurat, serta dapat menjadi dasar yang tepat dalam penyusunan kebijakan penanganan stunting.
Salah satu fokus yang saat ini dilakukan adalah menyamakan persepsi, terkait tata cara penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita. Keseragaman metode pengukuran dinilai penting, agar hasil yang diperoleh dari seluruh Posyandu di Kota Bontang, memiliki standar yang sama dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Langkah tersebut merupakan bagian dari aksi konvergensi percepatan penurunan stunting yang selama ini dijalankan Pemkot Bontang. Dalam program tersebut, akurasi data menjadi faktor penting karena berpengaruh langsung terhadap penentuan sasaran intervensi, evaluasi program, hingga penyusunan strategi penanganan stunting yang lebih efektif,” jelasnya Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, Jumat (29/5/2026).
Sebagai bentuk persiapan, Pemkot Bontang telah menjadwalkan rapat pendahuluan tepat di 5 dan 7 Juni 2026 mendatang. Kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai instansi dan sektor terkait yang memiliki peran, dalam pembinaan serta pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya Posyandu.
“Nantinya ada sekitar 400 kader Posyandu dari berbagai wilayah di Kota Bontang akan dikumpulkan, dalam satu forum pembekalan. Dalam kegiatan tersebut, para kader akan mendapatkan pengarahan dan penyamaan pemahaman mengenai prosedur pengukuran anak yang sesuai standar,” tambahnya.
Pembekalan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan pengukuran di lapangan. Dengan pemahaman yang seragam, para kader dapat menjalankan tugasnya secara lebih optimal, serta meminimalkan potensi kesalahan yang dapat mempengaruhi hasil pendataan.
Pemkot Bontang menilai bahwa keberhasilan program penurunan stunting, tidak hanya bergantung pada besarnya bantuan atau intervensi yang diberikan kepada masyarakat. Lebih dari itu, keberhasilan program juga ditentukan oleh kualitas data yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.
Karena itu, penguatan kapasitas kader Posyandu menjadi salah satu prioritas sebelum pelaksanaan pengukuran serentak dilakukan. Keseragaman prosedur pengukuran diharapkan dapat menghasilkan data yang valid, akurat, dan mampu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Melalui koordinasi yang semakin kuat antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan instansi terkait, Pemkot Bontang optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif,” tambahnya.
Selain itu, dalam kegiatan pertemuan nantinya sangat diharapkan menghasilkan data yang berkualitas, langkah tersebut juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya generasi Bontang yang sehat, tumbuh optimal, dan bebas dari risiko stunting.
![]()







