Potretkata.co,BONTANG – Program “Smartani Goes To School” yang digagas Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, kembali menunjukkan hasil menggembirakan.
Sebanyak 96 polibag kangkung yang ditanam oleh siswa SDN 009 Bontang Utara, berhasil dipanen dalam kegiatan “Panen Perdana Kangkung” yang berlangsung di halaman sekolah, Kelurahan Loktuan, Kamis (4/6/2026) pagi.
Panen perdana ini menjadi bukti keberhasilan program yang bertujuan mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini. Mengusung tema “Smartani Goes To School, Solusi Cerdas Ketahanan Pangan Sekolah”, kegiatan tersebut dirancang sebagai media pembelajaran yang edukatif, praktis, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Kepala DKP3 Kota Bontang, Ahmad Aznem, mengatakan program ini tidak hanya mengajarkan teknik bercocok tanam, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan secara produktif.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam seluruh proses budidaya, mulai dari penanaman, perawatan hingga panen, memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dibandingkan pembelajaran teori di kelas.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat belajar secara langsung bagaimana proses menghasilkan pangan. Harapannya, mereka semakin memahami pentingnya pertanian dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta ketahanan pangan,” ujarnya.
Suasana panen berlangsung meriah dengan antusiasme siswa yang ikut memetik kangkung hasil tanaman mereka sendiri. Keberhasilan panen ini sekaligus menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan kegiatan serupa, sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembelajaran berbasis praktik.
Program Smartani Goes To School merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap sektor pertanian.
“Selain mendukung ketahanan pangan sekolah, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan minat anak-anak terhadap dunia pertanian sejak dini,” tambahnya.
Dengan keberhasilan panen perdana tersebut, SDN 009 Bontang Utara menjadi salah satu contoh implementasi pembelajaran pertanian sekolah yang berhasil mengintegrasikan edukasi, lingkungan, dan ketahanan pangan dalam satu kegiatan yang bermanfaat.
![]()







