Potretkata.co, BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengimbau seluruh orang tua agar tidak memberikan gadget secara berlebihan kepada anak usia sekolah, khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD).
Imbauan ini disampaikan tepat saat dirinya menemukan kasus seorang anak SD yang telah putus sekolah, akibat tinggal kelas serta anak tersebut belum lancar dalam membaca dan berhitung.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam menjaga kualitas pendidikan dasar. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol, dinilai dapat berdampak negatif terhadap kemampuan belajar anak, terutama dalam hal konsentrasi dan daya tangkap.
“Ibu kalau sayang anaknya jangan dikasih main handphone terus, anak-anak harus belajar demi masa depannya,” ujar Neni saat melangsungkan sidak di Bonles, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, peran orang tua sangat krusial dalam mengawasi tumbuh kembang anak, termasuk dalam membatasi penggunaan gawai.
Kebiasaan bermain gadget secara berlebihan dinilai dapat menurunkan minat belajar terhadap anak, karena anak akan terbiasa menghabiskan waktu bermain gadget tanpa adanya batas.
Selain itu, Neni juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan positif sejak dini, seperti belajar secara rutin, bersekolah dengan disiplin, serta mengaji sebagai bagian dari pembentukan karakter anak.
“Lebih baik kembali sekolah, mengaji, daripada di rumah saja. Banyak beraktivitas dengan belajar, jangan memberikan gadget terus-menerus, sebab itu tidak baik untuk tumbuh kembang anak,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Neni telah meminta orang tua dari anak tersebut untuk kembali menyekolahkan anaknya. Ia juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, untuk menangani persoalan ini, sehingga anak yang bersangkutan dapat melanjutkan pendidikannya.
Pemerintah berharap, melalui perhatian dan keterlibatan aktif orang tua, kualitas pendidikan anak di Kota Bontang dapat terus meningkat dan kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.
![]()







