Potretkata.co, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat upaya peningkatan kualitas tenaga kerja melalui berbagai program strategis.
Sehingga, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 lalu, Balai Latihan Kerja (BLK) telah mencatat, ada lebih dari 2.500 peserta yang mengikuti berbagai pelatihan yang telah dibuka.
Menurutnya, para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan keterampilan, tetapi juga mendapatkan fasilitas yang mendukung kesiapan kerja. Fasilitas tersebut meliputi sertifikasi kompetensi, jaminan BPJS Ketenagakerjaan, perlengkapan pelatihan, uang saku, hingga penyediaan asrama bagi peserta yang berasal dari luar daerah.
“Program ini dirancang agar peserta benar-benar siap masuk ke dunia kerja, baik dari sisi kompetensi maupun kesiapan mental dan fasilitas pendukung,” ucapnya.
Selain fokus pada pelatihan teknis, Pemkot Bontang juga menjalankan berbagai strategi pendukung dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui pengembangan jaringan gas (jargas) rumah tangga yang diharapkan, mampu menekan biaya energi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Di sisi lain, pemerintah juga melakukan penyederhanaan perizinan investasi, guna menarik lebih banyak pelaku usaha untuk masuk ke daerah. Langkah ini dinilai penting untuk membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Tak hanya itu saja, kini Pemkot Bontang turut menghadirkan inovasi digital melalui platform “Teman Loker” yang berfungsi menyinkronkan data lowongan kerja dengan pencari kerja.
“Platform ini juga terintegrasi dengan program pemagangan, sehingga mampu menjembatani, kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja lokal,” ungkapnya.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Bontang optimistis mampu menekan angka pengangguran, secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
![]()







