SAMARINDA – Kasus perundungan yang menimpa seorang siswi di SMP Negeri 16 Samarinda menuai perhatian serius dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronie Pasie.
Dalam pernyataannya Novan menyoroti insiden tersebut sebagai sinyal krisis karakter yang tak bisa dianggap sepele dalam dunia pendidikan saat ini.
“Ini bukan hanya soal akademik. Perundungan mencerminkan krisis karakter. Pendidikan kita harus kembali pada akar: membentuk manusia yang beradab,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia menyayangkan masih lemahnya integrasi nilai-nilai moral dalam sistem pendidikan yang selama ini cenderung berfokus pada pencapaian akademis.
Lebih lanjut, Novan menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini membutuhkan kolaborasi erat antara pihak sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.
Menurutnya, ketiganya harus aktif terlibat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Kita tidak bisa membiarkan generasi muda tumbuh tanpa arahan dan pengawasan yang jelas,” tambahnya.
Ia menilai bahwa pendidikan karakter harus mendapat porsi lebih besar dalam kurikulum maupun kegiatan pembelajaran. Nilai-nilai seperti empati, tanggung jawab sosial, serta akhlak mulia perlu ditanamkan sejak dini agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
“Tidak cukup hanya kurikulum akademik. Kita butuh pendidikan yang menyentuh akhlak, empati, dan tanggung jawab sosial,” tegas Novan.
Kekhawatiran juga ia sampaikan terkait lemahnya pengawasan anak di luar jam sekolah, yang menurutnya dapat memicu perilaku menyimpang.
Ia mengingatkan agar para orang tua lebih aktif dalam membimbing dan mengawasi anak-anak mereka.
“Kalau anak-anak dibiarkan bebas hingga malam tanpa pengawasan, risiko munculnya perilaku menyimpang akan terus meningkat. Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Untuk itu, ia mengajak semua pihak, dari institusi pendidikan hingga masyarakat luas, untuk bahu-membahu memperkuat pendidikan karakter dan menciptakan ruang aman bagi anak-anak.
Novan berharap ke depannya kasus perundungan bisa ditekan melalui pendekatan yang lebih menyeluruh dan konsisten dalam membangun karakter generasi muda.
Ia meyakini bahwa investasi pada pembentukan karakter akan menjadi pondasi penting dalam mencetak anak-anak yang beradab dan siap menghadapi masa depan.
DPRD, lanjutnya, akan terus mendorong kebijakan perlindungan anak serta program-program pendidikan yang menempatkan karakter sebagai prioritas utama.
“Kami berkomitmen untuk memperjuangkan masa depan generasi muda Samarinda yang sehat, cerdas, dan bermartabat,” pungkasnya.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





