SANGATTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyoroti tren kasus stroke yang disebut cukup tinggi dan cenderung meningkat. Perubahan pola hidup masyarakat menjadi salah satu faktor yang dinilai berpengaruh terhadap kondisi tersebut.
Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan peningkatan kasus stroke menjadi perhatian dalam upaya kesehatan masyarakat. Karena itu, pencegahan melalui pola hidup sehat sekaligus penguatan penanganan pasien terus didorong.
“Yang jelas trennya ada kenaikan, karena ini termasuk penyakit akibat gaya hidup, perubahan gaya hidup,” kata Yuwana usai kegiatan Rakor KPAD di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Senin (10/8/2026).
Ia mencontohkan pola konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula serta kolesterol tinggi. Kebiasaan mengonsumsi minuman manis, termasuk kopi dengan tambahan gula dan susu, juga perlu menjadi perhatian masyarakat.
Menurut Yuwana, kondisi kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup tidak hanya dialami kelompok usia tertentu. Ia menyebut kasus penyakit seperti kencing manis dan stroke juga mulai ditemukan pada kalangan anak muda.
“Banyak sekarang anak muda yang kena kencing manis. Kalau tidak diberikan pengobatan, tidak terdeteksi, nanti banyak kejadian masih muda kena gagal ginjal dan sebagainya. Stroke pada anak muda juga banyak,” jelasnya.
Selain pencegahan, Dinkes Kutim memperkuat kesiapan petugas dalam memberikan penanganan awal pasien stroke. Pembekalan diberikan kepada petugas Puskesmas, PSC/PSC 119, ambulans desa, dan pengemudi ambulans.
Yuwana mengatakan langkah tersebut penting karena kesalahan penanganan saat pasien masih berada di rumah atau dalam proses evakuasi dapat memperburuk kondisi.
“Banyak penanganan stroke, kejadian stroke di rumah, itu mungkin karena mereka tidak paham. Cara mengangkatnya ternyata salah, penanganan awal sebelum ke rumah sakit juga salah, akhirnya malah memperberat kondisi pasien,” ujarnya.
Untuk mendukung penanganan, RSUD Kudungga telah memiliki CT scan, MRI, serta dua dokter spesialis bedah saraf. Dinkes berharap fasilitas dan kesiapan tenaga medis tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik.(ADV/prokopim/Kutim)
![]()







