Kukar – Menyambut bulan suci Ramadhan, Kelurahan Maluhu bersiap menggelar Festival Ramadhan 2025 dengan konsep yang lebih meriah dan inovatif. Acara tahunan ini akan melibatkan seluruh RT di Maluhu, dengan format perlombaan yang mirip dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Setiap peserta akan mewakili RT masing-masing, menjadikan festival ini sebagai ajang kebersamaan dan syiar Islam.
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menyatakan bahwa festival tahun ini akan dikemas lebih modern dan inklusif.
“Kami ingin membuat Festival Ramadhan tahun ini lebih besar dan lebih berkesan. Nantinya, setiap RT akan diwakili oleh langgar atau masjid di wilayahnya, sehingga seluruh warga bisa turut serta,” ujarnya.
Pembukaan Festival Ramadhan 2025 akan diawali dengan pawai akbar yang melibatkan seluruh warga dan RT di Maluhu. Pawai ini akan melewati panggung kehormatan, memberikan nuansa perayaan yang lebih megah.
Selain itu, penyelenggara juga akan memanfaatkan videotron sebagai media utama untuk publikasi dan tampilan informasi festival.
Untuk tahun ini, lokasi utama Festival Ramadhan akan berlangsung di Masjid Al-Hijrah RT 18. Tradisi bergilir dalam pemilihan tuan rumah terus berlanjut, setelah sebelumnya pada 2023 digelar di Masjid Mintaul Janah dan 2024 di Masjid Al-Musyawaroh.
Festival ini akan dimeriahkan dengan berbagai lomba menarik, termasuk lomba gerakan sahur yang selalu menjadi favorit warga.
Kolaborasi antara masjid tuan rumah dan Karang Taruna juga akan menghadirkan banyak kegiatan kreatif dan edukatif, menjadikan festival ini sebagai ajang mengisi bulan suci dengan kegiatan positif.
Selain perlombaan, Pemerintah Kelurahan Maluhu juga mengadakan program “Sahabat Hari Ramadhan”. Program ini melibatkan berbagai lembaga seperti LPM, Lembaga Adat, Forum RT, Linmas, Karang Taruna, serta organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, dan LDI. Kegiatan ini akan dilakukan di seluruh masjid, langgar, dan musala yang ada di Kelurahan Maluhu.
Setiap harinya, Sahabat Hari Ramadhan akan berkunjung ke dua lokasi berbeda, dengan agenda maghrib berjamaah di satu tempat dan tarawih berjamaah di tempat lainnya.
Program ini diharapkan semakin mempererat kebersamaan masyarakat serta meningkatkan nilai ibadah selama bulan Ramadhan.
Dengan konsep yang lebih segar dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, Festival Ramadhan 2025 di Maluhu diharapkan menjadi momen yang penuh keberkahan dan kebersamaan bagi seluruh warga.
“Kami berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan meningkatkan ibadah seluruh warga,” tutup Tri Joko Kuncoro.(Adv)
![]()







