Potretkata, Bontang – Hormon dalam tubuh wanita ternyata memiliki peran ganda dalam perkembangan kanker payudara. dr. Johan Gomar Gama, Spesialis Bedah Onkologi RSUD Taman Husada Bontang, menjelaskan bahwa hormon seperti estrogen dan progesteron, meskipun berperan penting dalam siklus menstruasi dan persiapan kehamilan, juga bisa memicu pertumbuhan sel kanker jika ada mutasi di dalam tubuh.
“Hormon ini ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, dia penting untuk tubuh kita, tapi di sisi lain, kalau ada sel yang sudah bermutasi jadi kanker, hormon-hormon ini bisa mempercepat pertumbuhan sel tersebut,” ujar dr. Johan, Kamis (6/3/2025).
Ia menambahkan, penggunaan alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB atau suntik KB juga bisa berkontribusi terhadap risiko kanker payudara, meskipun bukan penyebab utama.
“Bukan kontrasepsinya yang langsung menyebabkan kanker, tapi kalau sudah ada sel kanker yang tidak terdeteksi, hormon itu bisa memicu pertumbuhannya,” jelasnya.
dr. Johan mengingatkan pentingnya deteksi dini karena kanker payudara seringkali muncul tanpa gejala nyeri di awal. Lanjut dia, basanya diawali benjolan di payudara yang cepat membesar.
“Kalau sudah mempengaruhi kulit, kulit bisa terlihat tertarik ke dalam atau berbintik seperti kulit jeruk. Puting susu juga bisa ikut tertarik dan kulitnya berubah warna,” ungkapnya.
Karena itu, ia mendorong perempuan di Bontang untuk rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan segera memeriksakan diri ke dokter jika menemukan tanda-tanda mencurigakan.
“Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa. Jangan tunggu sampai ada gejala parah baru datang berobat,” tutupnya. (Adv/Ira)
![]()







