BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mulai melirik sektor perfilman sebagai bagian dari pengembangan industri kreatif daerah.
Tren film kolosal yang ramai di media sosial dinilai menjadi peluang untuk memperkenalkan budaya lokal melalui media visual yang lebih modern.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan ke depan komunitas film dan media akan difasilitasi dalam satu wadah di bawah struktur kebudayaan yang tengah disiapkan.
“Sekarang lagi tren film kolosal. Itu bisa jadi bagian dari yang kita dorong melalui wadah kebudayaan nanti,” ujarnya.
Menurutnya, potensi sineas lokal di Bontang cukup besar. Namun selama ini masih bergerak sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang jelas.
Karena itu, Disdikbud ingin menghadirkan sistem yang mampu menyatukan berbagai elemen kreatif, mulai dari komunitas film, teater hingga seni pertunjukan lainnya.
“Kita tidak ingin hanya satu komunitas yang jalan. Semua harus punya induk supaya komunikasinya nyambung,” jelasnya.
Selain itu, Disdikbud juga akan berkolaborasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang untuk mendukung pengembangan sektor perfilman dan ekonomi kreatif di daerah.
Ia menambahkan, keberadaan wadah tersebut juga akan mempermudah anak muda yang ingin terjun ke dunia perfilman.
“Kalau sudah ada struktur, jalurnya jelas. Kita fasilitasi supaya mereka bisa berkembang,” katanya.
Melalui langkah ini, Disdikbud berharap karya sineas lokal tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mampu mengangkat identitas budaya Bontang ke level yang lebih luas.
“Harapannya bisa jadi karya yang punya nilai sekaligus mengenalkan budaya kita,” pungkasnya. (adv)
![]()







