SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) mengajak seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, untuk bersama-sama mendukung lima program prioritas kesehatan daerah. Ajakan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Penguatan Jejaring Rujukan di Ruang Damar, GSG Bukit Pelangi, Rabu (19/8/2026).
Kepala Dinkes Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan keterlibatan seluruh Fasyankes dibutuhkan untuk mendukung visi daerah dalam membangun Kutim yang tangguh, mandiri dan berdaya saing.
“Hal ini untuk merealisasikan visi daerah, yakni mewujudkan Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing, khususnya dalam sektor Kesehatan,” ujarnya.
Lima program yang didorong meliputi penyediaan tenaga kesehatan, pendidikan dan peningkatan insentif, pembangunan serta perbaikan sarana kesehatan, kampanye gizi melalui gerakan minum susu dan makan buah, serta percepatan penurunan angka stunting.
“Program tersebut mencakup penyediaan tenaga kesehatan, pendidikan dan peningkatan insentif, pembangunan serta perbaikan sarana kesehatan, kampanye gizi melalui gerakan minum susu dan makan buah, hingga percepatan penurunan angka stunting,” tambah Yuwana.
Dalam kesempatan yang sama, Yuwana menyoroti transformasi sistem kelas rumah sakit yang saat ini berbasis kompetensi. Sistem tersebut mencakup 24 jenis pelayanan dan standar alat kesehatan.
Rapat koordinasi dibuka langsung Yuwana dan diikuti seluruh pimpinan rumah sakit, puskesmas serta klinik se-Kutim. Hadir pula perwakilan Dinkes Provinsi Kalimantan Timur dr Ika Gladis dan Latifah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kutim Herman Prayudi, serta unsur organisasi profesi kesehatan.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kutim Siti Fatimah menjelaskan kegiatan mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang mengamanatkan pelayanan kesehatan aman, bermutu dan terjangkau.
“Dalam upaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan, kita mengembangkan penataan sistem rujukan nasional berbasis kompetensi,” kata Siti Fatimah.
Ia menambahkan kepatuhan terhadap indikator nasional dan pelaporan insiden keselamatan pasien menjadi bagian dari pengukuran mutu layanan.
Khusus penanganan stunting, Dinkes Kutim juga mendorong keterlibatan seluruh Fasyankes dalam program Pentassuting.
Melalui koordinasi lintas fasilitas dan kerja sama dengan BPJS Kesehatan, pemerintah berharap sistem rujukan dari pelayanan tingkat pertama hingga lanjutan semakin efektif dan terintegrasi.(ADV/prokopim/Kutim)
![]()







