Kukar – Pemerintah Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong, mulai memanfaatkan lahan bekas kantor desa sebagai sentra baru pertanian produktif. Sekitar 2.000 batang pohon pepaya ditanam sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang digagas desa.
Kepala Desa Loa Lepu, Sumali, menjelaskan bahwa penanaman pepaya dalam skala besar ini merupakan langkah awal menuju kemandirian pangan dan penciptaan peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
“Kita tanam pepaya cukup banyak, sekitar dua ribuan batang. Itu sedang kita kembangkan di lahan kantor lama. Kami menargetkan hasil dari pertanian ini mulai tampak tahun depan, dengan pola tanam berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara aktif,” ungkap Sumali, Senin (07/07/2025)
Selain pohon pepaya, pemerintah desa juga menyiapkan pengembangan tanaman hortikultura seperti tomat dan cabai. Tanaman-tanaman ini akan ditanam di sela-sela pohon pepaya di sepanjang jalan desa karena memiliki masa panen yang lebih cepat. “Fokus kita pada tanaman hortikultura, selain itu juga tanaman buah. Untuk buah, di pinggir jalan itu sudah kita tanami pepaya. Nantinya, di sela-selanya akan kita tanami tomat dan cabai lombok,” jelasnya.
Sumali menyebutkan bahwa pilihan tanaman ini bukan tanpa pertimbangan. Jenis-jenis hortikultura seperti tomat, cabai, dan pepaya dianggap paling sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat sekitar. “Jadi, fokus kita jelas tomat, cabai, dan pepaya. Itu yang cocok dan dibutuhkan masyarakat juga,” ucapnya.
Tak hanya di lahan bekas kantor, Sumali mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan lokasi tambahan di sekitar kantor desa. Salah satunya adalah area di bagian belakang kantor yang memiliki karakteristik tanah basah dan memerlukan pendekatan berbeda. “Nanti kita akan lihat jenis tanaman apa yang cocok ditanam di sana. Karena daerah itu agak basah, perlu kita sesuaikan dulu,” tuturnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang desa dalam mengoptimalkan lahan-lahan tidur agar menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomis. “Kita juga mulai membangun pertanian kaitannya dengan ketahanan pangan. Lahan-lahan kosong yang ada di Loa Lepu mulai kita garap tahun ini supaya menjadi lahan produktif,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Desa Loa Lepu berharap bisa menjadi contoh bagaimana desa bisa mandiri tidak hanya dari sisi lingkungan, tapi juga dalam penyediaan pangan melalui pertanian yang berbasis potensi lokal. (Adv)
![]()







