Potretkata.co, BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bontang Tahun 2027, Selasa (7/4/2026), di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah ini mengusung tema penguatan daya saing sumber daya manusia (SDM), ekonomi kerakyatan, serta infrastruktur pendukung investasi.
Saat kegiatan berlangsung, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menjaring aspirasi masyarakat secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota.
“Forum ini juga menjadi sarana penting untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan arah pembangunan provinsi dan nasional,” katanya.
Selain itu, Neni juga menyampaikan bahwa meskipun pada tahun 2025 terjadi tekanan fiskal, perekonomian Kota Bontang tetap mampu tumbuh sebesar 3,21 persen. Untuk tahun 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi meningkat hingga 4,63 persen, seiring dengan upaya penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas SDM.
“Perencanaan pembangunan harus adaptif dan kolaboratif, agar mampu menjawab tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang ada,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Neni turut memaparkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus pembangunan ke depan, di antaranya peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan, percepatan penanganan stunting, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, pengendalian banjir, serta penguatan sektor UMKM dan perikanan.
“Pemerintah daerah pastinya juga mendorong kolaborasi pendanaan lintas sektor, serta optimalisasi pendapatan daerah guna memastikan keberlanjutan pembangunan,” tambahnya.
Kegiatan Musrenbang ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan oleh seluruh pemangku kepentingan, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan Kota Bontang yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.
![]()







