Potretkata, Bontang – RSUD Taman Husada Kota Bontang segera mengoperasikan lift bed bagi pasien pada akhir Februari 2025. Fasilitas ini dibangun untuk membantu pasien yang harus tetap berada di tempat tidur saat berpindah dari poli ke ruang rawat inap maupun antar-lantai di Gedung Bengkirai.
Kepala Bagian Umum dan SDM RSUD Taman Husada, Andiga Mufti Kusuwardani, menjelaskan bahwa lift ini telah melalui proses uji coba dan mendapatkan rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kalimantan Timur. Namun, pihak rumah sakit tetap akan melakukan uji coba tambahan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan sebelum penggunaannya secara penuh.
“Lift ini diperuntukkan bagi pasien yang tidak bisa bangun. Biasanya, pasien yang harus dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lain masih harus diangkat atau dipindahkan dengan cara konvensional. Dengan adanya lift bed ini, proses pemindahan akan lebih mudah dan nyaman bagi pasien serta tenaga medis,” ujarnya, Senin (10/2/2025).
Lift bed ini mampu menjangkau seluruh lantai di Gedung Bengkirai, mulai dari lantai satu hingga lantai empat. Fasilitas ini akan membantu tenaga medis dalam menangani pasien yang memiliki keterbatasan fisik atau dalam kondisi kritis.
Pembangunan lift bed ini menggunakan dana dari APBD Kota Bontang tahun 2024 dengan anggaran sebesar Rp3,6 miliar. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan standar layanan kesehatan di RSUD Taman Husada dan memberikan kenyamanan lebih bagi pasien.
Selain meningkatkan efisiensi pelayanan, lift bed ini juga berperan penting dalam keselamatan pasien. Proses pemindahan pasien dengan cara manual sering kali berisiko menyebabkan cedera, baik bagi pasien maupun tenaga medis. Dengan adanya lift bed, risiko tersebut dapat diminimalisir.
RSUD Taman Husada terus berupaya menghadirkan fasilitas kesehatan yang lebih modern dan aman. Lift bed ini menjadi salah satu inovasi yang dihadirkan untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan layanan terbaik.
Dengan target operasional pada akhir Februari 2025, RSUD berharap fasilitas ini bisa segera dimanfaatkan secara optimal oleh pasien dan tenaga medis. Pengoperasian lift bed ini menandai langkah maju dalam peningkatan pelayanan rumah sakit, sekaligus menunjukkan komitmen RSUD dalam menyediakan fasilitas yang lebih lengkap bagi masyarakat Bontang.
Diketahui, lift bed merupakan elevator khusus yang dirancang untuk mengangkut pasien dalam kondisi berbaring di tempat tidur. Berbeda dengan lift biasa, lift bed memiliki ukuran yang lebih besar sehingga dapat memuat tempat tidur rumah sakit beserta pasiennya.
Fasilitas ini sangat penting bagi pasien yang tidak dapat bergerak sendiri, seperti pasien dengan kondisi kritis, pascaoperasi, atau memiliki keterbatasan fisik. Dengan lift bed, pasien dapat dipindahkan dari satu lantai ke lantai lain tanpa harus diangkat atau dipindahkan ke kursi roda terlebih dahulu.
Selain meningkatkan efisiensi, lift bed juga mengurangi risiko cedera baik bagi pasien maupun tenaga medis yang menangani pemindahan pasien. Oleh karena itu, banyak rumah sakit modern yang mulai mengadopsi teknologi ini untuk meningkatkan kualitas layanan mereka. (Adv/Ira)
![]()







