Potretkata, Bontang – Penyakit Menular Seksual (PMS) kian menjadi ancaman bagi mahasiswa di Bontang. Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Taman Husada Bontang, dr. Anwar Arsyad, Sp.KK, M.Kes, mengungkapkan bahwa cukup banyak pasien PMS di kota ini berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Banyak pasien kami itu mahasiswa atau pelajar. Mereka jadi kelompok yang rentan karena minim edukasi soal kesehatan reproduksi,” ungkapnya saat ditemui baru-baru ini.
Menurut dr. Anwar, faktor utama yang membuat mahasiswa rentan terkena PMS adalah kurangnya pengetahuan tentang seks aman dan perilaku seksual berisiko. Ia menyebut, pengaruh lingkungan, pergaulan bebas, dan media sosial yang sulit dikontrol turut memperbesar risiko tersebut.
“Media sosial hari ini sulit dibatasi. Remaja dan mahasiswa bisa mengakses informasi apa saja, termasuk konten-konten yang tidak mendidik soal seksualitas. Ini jadi tantangan besar,” terangnya.
Edukasi seksual yang komprehensif, menurutnya, menjadi kunci utama pencegahan PMS. Namun, dr. Anwar menegaskan bahwa tanggung jawab ini tidak bisa hanya dibebankan pada tenaga kesehatan. Peran orang tua, guru, dan pemuka agama menjadi sangat penting.
“Jangan menunggu sampai mereka jatuh sakit. Edukasi dini itu bisa datang dari mana saja — orang tua, guru, bahkan rohaniawan. Semua harus ikut andil,” ujarnya.
PMS seperti sifilis dan gonore, lanjutnya, tak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga mental. Banyak mahasiswa yang merasa stres dan bersalah setelah didiagnosis, yang akhirnya berdampak pada aktivitas akademis mereka.
“Lebih parah lagi, PMS meningkatkan risiko penularan HIV. Ini bukan hanya soal penyakit, tapi soal masa depan generasi muda kita,” jelas dr. Anwar.
Karena itu, ia berharap ada program edukasi kesehatan seksual yang terstruktur di kampus-kampus dan sekolah di Bontang. Kolaborasi antara rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan institusi pendidikan perlu diperkuat agar mahasiswa mendapatkan informasi yang benar dan lengkap.
“Kalau kita bergerak bersama, saya yakin kita bisa menekan angka PMS di kalangan mahasiswa,” pungkasnya. (Adv/Ira)
![]()







