Potretkata.co, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menyoroti lambannya penanganan kerusakan fender Jembatan Mahakam yang kembali tertabrak kapal. Ia menyebut insiden serupa juga terjadi pada jembatan di Mahakam Ulu (Mahulu), sehingga perlu penanganan serius dan menyeluruh.
Ananda mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, fender Jembatan Mahakam lama di kawasan jembatan kembar sempat tertabrak hingga dilaporkan tenggelam. Padahal, pergantian fender tersebut seharusnya telah rampung sejak tahun lalu.
“Setelah RDP dengan KSOP dan Pelindo, juga rapat gabungan Komisi II dan Komisi III, memang ada rencana pergantian fender. Tapi ini molor. Seharusnya sudah selesai tahun lalu,” ujarnya.
Menurutnya, DPRD Kaltim terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap KSOP dan pihak terkait. Ia meminta instansi berwenang secara rutin menyampaikan laporan perkembangan pekerjaan, termasuk kendala yang menyebabkan keterlambatan.
“Kami minta KSOP dan PU menyampaikan progres secara terbuka. Kendalanya apa, kenapa belum selesai. Karena fungsi kami di DPRD adalah pengawasan,” tegasnya.
Ananda menekankan bahwa persoalan keselamatan jembatan bukan isu sepele, karena menyangkut hajat hidup orang banyak, khususnya masyarakat Kalimantan Timur yang setiap hari melintasi Jembatan Mahakam.
Ia juga meminta agar pemerintah dan pihak terkait tidak hanya fokus pada perbaikan pascakejadian, tetapi menelusuri akar masalah seringnya insiden tabrakan kapal terhadap jembatan.
“Jangan cuma ditabrak lalu diganti, selesai. Besok ditabrak lagi. Ini harus dicari sumber permasalahannya. Kenapa sering terjadi, siapa yang memberi izin aktivitas di luar jam operasional,” ujarnya.
Ananda mengingatkan, jika pengawasan di lapangan tidak dilakukan secara serius, maka risiko yang ditanggung bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat luas sebagai pengguna jembatan.
“Ini aset daerah dan menyangkut keselamatan rakyat. Jangan serius hanya saat rapat. Di lapangan juga harus serius,” pungkasnya.
![]()







