Potretkata, Bontang – RSUD Taman Husada Bontang terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan, tetapi tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Dengan total pegawai sekitar 540 orang, sekitar 400 di antaranya bekerja di pelayanan kesehatan, namun jumlah ini masih dirasa kurang untuk memenuhi beban kerja yang ada.
Kabag Umum dan SDM RSUD Taman Husada, Andiga Mufti Kusuwardani, menyatakan bahwa kebutuhan tenaga medis semakin meningkat, terutama dengan adanya layanan baru seperti kemoterapi rawat inap.
“Dengan kondisi sekarang memang kita masih butuh beberapa tenaga tambahan, apalagi ada layanan baru seperti kemoterapi yang butuh perawat khusus,” ujarnya saat ditemui, Senin (10/2/2025).
Selain perawat, RSUD juga masih kekurangan dokter spesialis, salah satunya urologi. Kekosongan ini menyebabkan beban kerja tenaga medis yang ada menjadi lebih berat karena harus bekerja secara dobel.
“Formasi sudah dibuka, tapi hingga kini belum ada dokter spesialis urologi yang mendaftar,” ungkapnya.
Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Lurah Api-Api tersebut, pihak rumah sakit terus berkoordinasi dengan BKPSDM untuk mencari solusi terkait kebijakan penerimaan tenaga medis. Namun, saat ini rekrutmen terbatas karena regulasi.
“Tapi kami tetap berkoordinasi agar kebutuhan tenaga tambahan bisa terpenuhi,” ucapnya.
Meskipun RSUD memiliki skema insentif dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk menghitung beban kerja, namun jumlah tenaga yang ada masih belum cukup optimal. Pun kata dia, insentif ada dari jasa pelayanan, tetapi pihaknya tetap butuh tenaga tambahan agar pelayanan semakin maksimal.
Pihak RSUD berharap ada solusi agar kekurangan tenaga medis ini bisa segera diatasi. Dengan adanya tambahan SDM, diharapkan pelayanan kesehatan semakin optimal dan pasien bisa mendapatkan layanan yang lebih cepat serta berkualitas. (Adv/Ira)
![]()







