YOGYAKARTA – Dalam kunjungan studi tiru empat hari ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum lama ini, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diajak melihat langsung sejumlah UMKM yang tersebar di DIY. Momen ini memberi gambaran nyata bagaimana UMKM di DIY berkembang hingga memiliki daya saing tinggi. Menurut Kepala Diskop UKM Kutai Timur, Teguh Budi Santoso, kegiatan ini ditujukan untuk mempelajari pola pembinaan, inovasi produk, serta pendekatan pemasaran yang mendukung pertumbuhan UMKM di wilayah DIY.
“Kami berharap bisa mengadopsi keberhasilan UMKM DIY untuk diterapkan di Kutai Timur,” ujar Teguh.
Dalam studi tiru kali ini, Teguh didampingi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutai Timur Aji Wijaya, Sekretaris BRIDA Kutai Timur Jarnoko, serta Kepala Bidang Kelembagaan UMKM Kutai Timur Firman Wahyudi.
Teguh menjelaskan studi tiru ke DIY bertujuan memperkuat pemberdayaan, pengembangan koperasi, serta meningkatkan kualitas layanan bagi pelaku usaha di Kutim. Kunjungan berfokus pada pembelajaran inovasi dan keunggulan pelayanan yang telah diterapkan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Teguh mengungkapkan alasan memilih Dinas Koperasi dan UKM DIY sebagai tujuan studi tiru. Menurutnya, Dinas Koperasi dan UKM DIY berhasil mengelola koperasi dan UMKM dengan jumlah signifikan serta menawarkan berbagai program inovatif. Terdapat sekitar 1.700 koperasi di DIY, dengan 800 koperasi aktif yang mendapat pembinaan langsung dari Dinas Koperasi dan UKM DIY. Jumlah UMKM dan pedagang di Yogyakarta juga sangat banyak.
“Hal ini menunjukkan kuatnya sektor koperasi dan UMKM DIY,” kata Teguh.
Selain melihat langsung UMKM DIY, rombongan dari Kutim juga berkesempatan bertemu Tatik Ratnawati dan Purnama Setiawan, Fungsional Pengawas Koperasi, yang memaparkan pengalaman DIY dalam mendukung UMKM lebih adaptif terhadap perubahan pasar.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UKM DIY, Setyo Hastuti, menjelaskan kepada peserta kunjungan berbagai inovasi layanan, termasuk Klinik Koperasi yang sudah terintegrasi dengan sistem digitalisasi. Aplikasi “Si Bakul Yogya” (Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha) telah mempermudah pantauan dan pembinaan koperasi serta UMKM di DIY.
“Aplikasi ini sangat membantu kami dalam menyediakan pembinaan yang terstruktur dan terarah,” ungkap Setyo. (*)
![]()







