SANGATTA – Terpusat di dalam Masjid Kampus STAIS Kutim, dilaksanakan acara pelepasan mahasiswa KKL oleh Pjs. Bupati, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten Pemkresra Poniso Suryo Renggono. KKL tersebut akan berkegiatan selama 45 hari di desa-desa yang masuk di dalam wilayah Kecamatan Kaliorang dan Kaubun.
Poniso dalam kesempatan tersebut baru-baru ini menekankan kesungguhan dan ketekunan para mahasiswa dalam proses KKL, serta mampu untuk menyesuaikan diri dalam masyarakat. Ditambah dengan sikap berbakti terhadap orang tua, kedua hal di atas akan menjadi kunci sukses di hari ini dan masa-masa yang akan datang.
Selain itu, Poniso juga menekankan optimisme mahasiswa dalam belajar, dikarenakan proses ini sekarang menjadi lebih mudah dengan kehadiran media online. Dengan kehadiran media digital tersebut mahasiswa sekarang ini dapat belajar dari dan di manapun.
Arahan lain juga disampaikan Satriah sebagai ketua STAIS Kutim. Menurutnya, KKL dapat menjadi tempat para mahasiswa berkolaborasi bersama sesama mahasiswa maupun masyarakat. Dengan cara demikian, mahasiswa dapat turut menyumbang pikiran dan tenaga positif kepada masyarakat. Hal tersebut akan menjadi pengalaman berharga yang akan menunjang karier mereka ke depan.
KKL STAIS kali ini akan menyertakan 157 mahasiswa dari lima program studi. Kelima program studi tersebut yaitu yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Ekonomi Syariah, dan Ahwal Al-Syakhsiyah. Selanjutnya para mahsiswa akan dicampur dan dibagi dalam 14 kelompok.
Menurut Satriah, dalam kelompok yang sedemikian itu, para mahasiswa akan mampu melaksanakan KKL dengan baik. Dengan demikian tema “Belajar Dari Desa: Sinergitas Membangun Desa Berkelanjutan” dapat tercapai. (ADV)
![]()







