KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menjajaki perluasan program peningkatan kapasitas aparatur melalui pemberian beasiswa bagi perangkat desa. Rencana tersebut menjadi bagian dari pengembangan program ASN Terbaik yang selama ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pemerintah daerah ingin membuka kesempatan lebih luas bagi aparatur di tingkat desa untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana. Saat ini, rencana tersebut masih dirumuskan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Aulia menyebut, gagasan itu turut merespons aspirasi asosiasi perangkat desa di Kukar. Dalam pertemuan dengan pemerintah daerah, mereka menyampaikan keinginan agar perangkat desa memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan, mengingat masih banyak yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana.
“Kami menginginkan agar seluruh perangkat desa juga mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan,” ujar Aulia, Minggu (25/10/2026).
Menurutnya, peningkatan pendidikan aparatur desa perlu menjadi perhatian karena desa dan kelurahan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat. Kualitas pelayanan di tingkat bawah, kata dia, turut menentukan kekuatan pemerintahan daerah secara keseluruhan.
Pemkab Kukar kini membahas sejumlah kemungkinan skema pendidikan yang dapat diterapkan. Salah satu opsi yang dijajaki adalah perkuliahan daring agar perangkat desa tetap dapat menjalankan tugasnya sambil menempuh pendidikan.
Selain itu, pemerintah daerah mempertimbangkan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Mekanisme tersebut memungkinkan pengalaman atau pembelajaran sebelumnya dinilai sesuai ketentuan perguruan tinggi, sehingga berpotensi mempersingkat masa studi.
Meski demikian, rencana beasiswa bagi perangkat desa tersebut masih dalam tahap pembahasan. Mekanisme, sasaran penerima, serta pelaksanaannya belum ditetapkan dan masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Sementara itu, program ASN Terbaik telah berjalan melalui sejumlah kegiatan peningkatan kualitas aparatur, termasuk pemberian beasiswa bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana. Aulia memastikan program beasiswa bagi guru tersebut sudah dilaksanakan, dengan penerima dari sektor pendidikan lebih banyak dibandingkan sektor kesehatan.
“Sudah. Beasiswa bagi guru untuk menempuh pendidikan sarjana sudah berjalan,” katanya.
Aulia menegaskan, peningkatan kompetensi aparatur harus dilakukan secara berjenjang, mulai dari desa dan kelurahan hingga kecamatan dan kabupaten. Menurutnya, pemerintahan yang kuat perlu ditopang oleh aparatur yang memiliki kapasitas memadai di setiap tingkatan.
“Jangan berharap memiliki kabupaten yang kuat jika kecamatannya tidak kuat. Jangan pula berharap memiliki kecamatan yang kuat jika desa dan kelurahannya tidak kuat,” tegasnya.
Melalui pengembangan program ASN Terbaik, Pemkab Kukar berharap peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi aparatur dapat berdampak pada pelayanan publik yang lebih baik. Rencana beasiswa bagi perangkat desa menjadi salah satu gagasan yang sedang dikembangkan untuk mendukung tujuan tersebut.(Adv)
![]()







