TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) akan mempertahankan alokasi dana RT pada 2027 sekaligus mendorong pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan permukiman. Salah satu perhatian pemerintah daerah adalah penyediaan air di titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan penguatan program RT-KU Terbaik akan diarahkan agar anggaran di tingkat RT dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Kebutuhan tersebut termasuk dukungan terhadap penanganan kebakaran di lingkungan permukiman padat penduduk.
“Komitmen kita, dana RT tahun depan tidak kita kurangi. Salah satu penguatan dana RT adalah bagaimana kita memastikan ketersediaan air di setiap sudut tempat yang sulit dijangkau kendaraan,” ujar Aulia dalam pekan ini.
Rencana tersebut menjadi perhatian setelah kebakaran menghanguskan sekitar 70 bangunan di RT 033, kawasan Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, pada 5 Oktober 2026. Peristiwa itu menunjukkan pentingnya memperhatikan kebutuhan penanganan kebakaran di kawasan permukiman, terutama pada lokasi dengan akses terbatas.
Menurut Aulia, penguatan dana RT tidak berarti seluruh lingkungan harus menggunakan anggaran untuk kebutuhan yang sama. Pemerintah daerah akan melihat kondisi dan persoalan di masing-masing RT sebelum menentukan bentuk pemanfaatan anggaran yang dapat dilakukan.
Ia menjelaskan, ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diidentifikasi, terutama pada kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Karena itu, perencanaan penyediaan air perlu mempertimbangkan kondisi wilayah dan sistem pengairan yang tersedia.
Untuk mendukung rencana tersebut, Aulia telah membahas kebutuhan air bersama Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar), Fida Hurasani. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi kebutuhan yang berkaitan dengan penanganan kebakaran di lingkungan masyarakat.
Pemkab Kukar juga akan mendorong pemetaan kebutuhan di tingkat RT. Melalui pemetaan tersebut, persoalan yang dihadapi setiap lingkungan diharapkan dapat diketahui sehingga penggunaan dana RT-KU Terbaik bisa lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
“Nanti kita lihat, kalau seandainya bisa ditangani dengan dana RT, maka kita akan coba optimalkan pembiayaan melalui dana RT untuk mengatasi permasalahannya,” terangnya.
Aulia menegaskan bahwa pemanfaatan anggaran akan mempertimbangkan kemampuan dana RT dalam menangani persoalan yang ada. Dengan demikian, kebutuhan yang memungkinkan untuk diselesaikan melalui anggaran tersebut dapat diupayakan tanpa mengabaikan kondisi dan prioritas masing-masing wilayah.
Penguatan program RT-KU Terbaik pada 2027 diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar lingkungan sekaligus memperhatikan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana. Penyediaan air menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam upaya memperkuat dukungan bagi kawasan permukiman padat penduduk.
Melalui optimalisasi anggaran di tingkat RT, Pemkab Kukar berharap penanganan persoalan lingkungan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Rencana tersebut juga diarahkan untuk membantu kawasan yang memiliki keterbatasan akses bagi kendaraan pemadam kebakaran agar kebutuhan pendukung penanganan kebakaran dapat diidentifikasi lebih awal. (Adv)
![]()







