Potretkata.co,BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian stunting dengan menggandeng PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Dukungan senilai Rp858,71 juta disiapkan untuk memperkuat intervensi stunting hingga meningkatkan kapasitas kader Posyandu.
Komitmen tersebut ditandai dalam Workshop Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Program Hidup Sehat Tanpa Stunting (PESUT) yang dirangkaikan dengan seremoni komitmen bantuan Pupuk Kaltim melalui Program Pencegahan dan Pengendalian Stunting (PEDALGAS), Rabu (29/7/2026), di Ruang Pinus Grand Equator Hotel Bontang.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka langsung kegiatan yang diikuti 120 kader Posyandu. Hadir pula Direktur Manajemen Risiko PT PKT Maslani, Sekretaris Perusahaan PT PKT Anggono Wijaya, Ketua TP PKK Kota Bontang Nur Kalbi Agus Haris, jajaran Dinas Kesehatan, camat, lurah, pimpinan BLUD Puskesmas serta pengurus TP PKK.
Neni menegaskan, persoalan stunting tidak bisa ditangani pemerintah seorang diri. Peran perusahaan, tenaga kesehatan, kader Posyandu dan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan intervensi berjalan hingga tingkat keluarga.
“Keberhasilan menurunkan stunting hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah, perusahaan, tenaga kesehatan, kader Posyandu hingga masyarakat harus bergerak bersama,” ujar Neni.
Melalui Program TJSL PEDALGAS, Pupuk Kaltim memberikan bantuan Rp30 juta untuk setiap kelurahan sebagai dukungan intervensi stunting. Selain itu, perusahaan menyiapkan Rp20 juta per kelurahan untuk pelatihan Microsoft Office dan pelaporan digital kader.
Dukungan juga diberikan untuk Operasi Timbang Serentak 2026 senilai Rp108,71 juta. Jika digabungkan dengan bantuan PEDALGAS sebesar Rp750 juta, total dukungan yang diserahkan secara simbolis mencapai Rp858,71 juta.
Bantuan tersebut diarahkan untuk memperkuat program pencegahan sekaligus pengendalian stunting di Kota Bontang, termasuk melalui penguatan peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bontang Bambang Sri Mulyono mengatakan, workshop berlangsung selama 29–30 Juli 2026. Sebanyak 120 kader dari empat puskesmas mengikuti pelatihan dengan dukungan 16 fasilitator.
Bontang saat ini memiliki 922 kader Posyandu. Namun, sebanyak 532 kader masih membutuhkan pelatihan standar, sehingga peningkatan kapasitas menjadi bagian penting dalam memperkuat deteksi dan intervensi terhadap persoalan kesehatan anak.
“Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas kader sehingga pelayanan Posyandu dapat berjalan lebih optimal dan mendukung percepatan pencegahan stunting di Bontang,” kata Bambang.
![]()







