Potretkata.co,BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bontang, menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) serta Inovasi Daerah bagi tenaga pendukung lapangan, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Multimedia Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang.
Kegiatan ini diikuti oleh para Pegawai Harian Lepas (PHL) yang tergabung dalam Bontang Reaksi Cepat (BRC) dan Pasukan Bersih Sungai (Panbers), dua tim yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendukung pelayanan lapangan DPUPR kepada masyarakat.
Selain peserta dari BRC dan Panbers, kegiatan juga dihadiri Sekretaris DPUPR Kota Bontang, para kepala bidang, serta staf di lingkungan DPUPR Kota Bontang.
Acara dibuka oleh Sekretaris DPUPR Kota Bontang, Agung Santoso, yang hadir mewakili Kepala Dinas PUPR Kota Bontang. Dalam sambutannya, Agung menegaskan bahwa penerapan budaya keselamatan kerja merupakan hal yang sangat penting dan harus menjadi bagian dari setiap aktivitas yang dilakukan oleh petugas di lapangan.
Menurutnya, pekerjaan yang dilaksanakan oleh BRC dan Panbers memiliki tingkat risiko tertentu, sehingga pemahaman mengenai keselamatan kerja menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Dengan penerapan prosedur keselamatan yang baik, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan dan produktivitas kerja dapat meningkat.
“Keselamatan kerja harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap aktivitas. Seluruh petugas, baik BRC maupun Panbers, memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga aspek keselamatan tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BRC dan Panbers selama ini berperan aktif dalam berbagai kegiatan penanganan cepat infrastruktur, pembersihan saluran drainase, normalisasi sungai, hingga penanganan berbagai kondisi darurat yang memerlukan respons cepat dari pemerintah daerah.
“Karena itu, para personel yang bertugas di lapangan perlu dibekali pemahaman mengenai Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) agar setiap pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai standar keselamatan yang berlaku,” tambahnya.
Selain materi terkait keselamatan kerja, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai inovasi daerah. Materi tersebut diberikan untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui ide-ide kreatif dan terobosan yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
![]()







