BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) tidak hanya berfokus pada bantuan tunai bagi siswa, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.
Menurutnya, selain membantu kebutuhan personal siswa, penguatan data melalui Dapodik juga berperan dalam mendukung berbagai program pembangunan pendidikan, termasuk revitalisasi sekolah.
“Data yang akurat tidak hanya berdampak pada penyaluran bantuan tunai, tetapi juga menjadi dasar dalam perencanaan program peningkatan fasilitas pendidikan,” ujarnya.
Disdikbud Bontang terus melakukan penguatan validasi data agar seluruh program yang berjalan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.
Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan bantuan pendidikan yang diberikan tidak hanya meringankan beban siswa, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas lingkungan belajar di sekolah.
“Harapannya, manfaatnya bisa dirasakan secara menyeluruh, baik oleh siswa maupun satuan pendidikan,” pungkasnya
Diberitakan sebelumnya, Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) di Kota Taman dipastikan tetap berjalan pada 2026. Namun, kunci utamanya bukan sekadar kuota, melainkan keakuratan data siswa di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan validasi data di Dapodik harus benar-benar ketat agar bantuan tepat sasaran.
“Peran kami bagaimana data Dapodik itu divalidasi dengan baik. Jadi data yang disajikan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.(adv)
![]()







