BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan rekrutmen guru pengganti tetap mengacu pada standar nasional pendidikan.
Penegasan ini disampaikan agar kualitas pembelajaran tidak menurun meski pengisian tenaga pendidik dilakukan melalui skema non-ASN.
Sebelumnya, Pemkot Bontang berencana merekrut tenaga pendidik untuk mengatasi kekurangan guru akibat gelombang pensiun dalam beberapa tahun ke depan. Namun, skema guru pengganti saat ini masih dalam tahap penyusunan.
Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dikdas Disdikbud Bontang, Kisto, mengatakan salah satu indikator utama yang menjadi perhatian adalah kepemilikan sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Yang kami tekankan bukan hanya mengisi kekosongan, tapi bagaimana kualitas pengajar tetap terjaga. Sertifikasi PPG menjadi salah satu indikator penting,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski status guru pengganti bersifat sementara, proses seleksi tetap akan mempertimbangkan kompetensi dan kualifikasi calon tenaga pendidik.
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan optimal dan sesuai standar yang ditetapkan.
“Skema guru pengganti bukan sekadar solusi cepat, tetapi tetap harus mampu menjaga mutu pendidikan di Kota Bontang,” pungkasnya.(adv)
![]()







