BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus berupaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), khususnya pada usia setara SMA. Salah satu langkah yang disiapkan yakni menggandeng program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu penanganan kasus putus sekolah.
Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Nuryadi Bakhtiar menuturkan, penanganan anak putus sekolah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan perlu kolaborasi lintas sektor.
“Penanganan ini tidak bisa sendiri. Kita akan kaitkan juga dengan CSR melalui forum Musrenbang, supaya ada dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski kewenangan SMA berada di bawah pemerintah provinsi, Disdikbud Bontang tetap berupaya hadir karena anak-anak tersebut merupakan warga Bontang yang harus dipenuhi hak pendidikannya.
Berdasarkan data lapangan, kasus putus sekolah justru banyak ditemukan pada usia sekitar 19 tahun atau setara SMA.
Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi masa depan generasi muda.
Nuryadi menyebut, penyebab putus sekolah tidak selalu karena faktor ekonomi.
Saat ini, berbagai bantuan pendidikan dinilai sudah cukup membantu.
Namun, persoalan lain seperti rendahnya motivasi belajar hingga dorongan orang tua agar anak bekerja di usia sekolah justru menjadi tantangan utama.
“Kalau hanya soal biaya, masih bisa kita bantu. Tapi kalau anaknya tidak mau sekolah atau orang tua yang meminta bekerja, ini yang perlu pendekatan khusus,” jelasnya.
Disdikbud pun menyiapkan dua strategi utama. Pertama, pendekatan langsung kepada anak untuk membangun kembali motivasi belajar. Kedua, memberikan edukasi kepada orang tua agar tidak memaksa anak bekerja di usia sekolah.
Selain itu, langkah awal yang akan dilakukan adalah validasi data ATS guna mengetahui wilayah dengan angka putus sekolah tertinggi. Dengan data tersebut, pemerintah dapat melakukan penanganan secara jemput bola yang lebih tepat sasaran.
“Kami juga akan konsultasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait regulasinya. Intinya, kita petakan dulu posisi mereka dan kendalanya, lalu kita carikan solusi bersama,” pungkasnya. (Adv)
![]()







