Potretkata.co, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mencatat ada sekitar 120 kasus suspek campak sejak Januari hingga Maret 2026. Meski jumlahnya cukup tinggi, sebagian besar pasien dilaporkan telah sembuh setelah mendapatkan penanganan medis.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk melakukan surveilans dan pemeriksaan laboratorium terhadap kasus yang muncul.
“Dari 120 yang sudah kita data, mulai di Januari sampai Maret, Alhamdulillah sudah banyak yang sembuh,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Pemkot Bontang juga terus mengingatkan masyarakat untuk melengkapi imunisasi campak pada anak. Menurut Neni, vaksinasi sangat penting untuk mencegah komplikasi serius akibat virus campak.
Ia menilai masih ada sebagian orang tua yang menolak imunisasi, sehingga berpotensi menimbulkan risiko penyakit menular di kemudian hari.
“Masih ada orang tua yang tidak berkenan anaknya diimunisasi. Padahal kalau tidak vaksin, suatu saat penyakit seperti polio bisa muncul kembali,” jelasnya.
Selain imunisasi, pemerintah juga memberikan vitamin A dosis tinggi kepada anak-anak, sesuai rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Neni juga mengimbau masyarakat menghindari kebiasaan kontak fisik, seperti cium pipi saat bertemu, karena dapat menjadi media penularan berbagai penyakit menular, termasuk campak dan tuberkulosis.
Pemkot Bontang menegaskan upaya pencegahan ini merupakan bagian dari komitmen, menjaga kesehatan anak dan masyarakat secara umum.
![]()







