Potretkata.co, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat strategi penurunan pengangguran, melalui inovasi program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan tenaga kerja saja, tetapi juga melalui pengembangan sektor pendukung ekonomi.
Salah satu program yang didorong adalah pengembangan jaringan gas (jargas) rumah tangga. Program ini dinilai memiliki dampak yang sangat positif, terhadap ketenagakerjaan karena menyediakan energi yang lebih murah dan efisien bagi masyarakat.
Dengan biaya energi yang lebih terjangkau, jargas diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha rumahan atau home industry. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun usaha dari rumah, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru secara mandiri.
“Maka dari itu, dengan adanya jargas ini masyarakat bisa lebih produktif karena biaya operasional usaha jadi lebih ringan. Ini menjadi salah satu strategi untuk mendorong ekonomi kerakyatan,” bebernya.
Selain itu, Pemkot Bontang juga mengambil langkah yang antisipatif dalam menghadapi dampak pengurangan Tenaga Kerja Daerah (TKD), yang berpotensi meningkatkan angka pengangguran.
Sebagai solusinya, pemerintah melakukan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang disesuaikan, dengan analisis beban kerja dan kebutuhan riil organisasi.
“Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas tenaga kerja di lingkungan pemerintahan, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” tambahnya.
Melalui kombinasi program ekonomi dan kebijakan ketenagakerjaan tersebut, Pemkot Bontang optimistis dapat menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan perlindungan tenaga kerja, serta terus menekan angka pengangguran di daerah secara berkelanjutan.
![]()







