SANGATTA – Sekitar 150 bidan dari 22 ranting Ikatan Bidan Indonesia (IBI) se-Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-75 IBI. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga bidan di wilayah Kutim.
Puncak kegiatan digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sabtu (1/8/2026). Acara dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Plt Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah, Kepala RSUD Kudungga Muhammad Yusuf, perwakilan perusahaan, TP PKK Kutim, GOW Kutim, serta Ketua Cabang IBI Kutim Yuliana Kala Lembang.
Ketua Cabang IBI Kutim Yuliana Kala Lembang mengatakan seluruh ranting tetap berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan meskipun beberapa di antaranya tidak dapat menghadiri acara secara langsung karena kendala jarak dan akses wilayah.
“Kegiatan ini diikuti sekitar 150 bidan dari 22 ranting se-Kutim. Meski beberapa ranting tidak dapat hadir secara langsung karena kendala jarak dan akses wilayah, seluruh ranting tetap berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan,” ujarnya.
Sebelum acara puncak, IBI Kutim telah menggelar berbagai kegiatan di 22 ranting. Di antaranya program OPOR selama bulan Ramadan, bakti sosial deteksi dini kanker, dan lomba video edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Pada puncak peringatan, IBI Kutim juga memberikan penghargaan kepada mitra dan ranting yang aktif dalam kegiatan sosial dan edukasi kesehatan. Selain itu, seminar peningkatan kapasitas tenaga kebidanan turut digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, mengapresiasi pengabdian bidan yang selama puluhan tahun menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.
Ia menilai bidan memiliki posisi strategis karena pelayanan mereka menjangkau masyarakat hingga desa dan wilayah terpencil. Dalam menjalankan tugas, bidan tidak hanya memberikan pelayanan kebidanan, tetapi juga memberikan edukasi dan melakukan deteksi dini terhadap risiko kesehatan.
Mahyunadi memastikan pemerintah daerah terus berupaya mendukung pemerataan tenaga bidan hingga wilayah pedalaman, termasuk peningkatan kesejahteraan dan pengembangan kompetensi.
Memasuki usia ke-75, IBI Kutim diharapkan semakin solid dan mampu meningkatkan profesionalisme anggotanya. Sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat juga dinilai penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak.(adv)
![]()







