Potretkata, Bontang – RSUD Taman Husada Bontang menegaskan pentingnya edukasi bagi pasien sebelum menjalani pemeriksaan radiologi. Edukasi ini bertujuan agar pasien memahami manfaat dan risiko dari prosedur yang menggunakan radiasi tersebut, terutama bagi pasien dengan kondisi tertentu.
Kepala Ruang Radiologi RSUD Taman Husada, Sukamto, menjelaskan bahwa edukasi menjadi langkah wajib sebelum pemeriksaan dilakukan. Terutama bagi pasien kardiak (jantung), dokter akan memberikan informasi mendetail terkait proses, manfaat, hingga potensi risikonya.
“Pasien harus tahu apa yang akan dilakukan. Ada inform consent yang harus ditandatangani setelah penjelasan lengkap dari dokter. Ini disaksikan oleh keluarga pasien dan petugas medis,” ucapnya.
Menurutnya, langkah ini penting karena prosedur radiologi memanfaatkan radiasi. Oleh karena itu, pasien tertentu seperti ibu hamil memerlukan perhatian khusus.
“Ibu hamil harus melapor kepada kami sebelum pemeriksaan. Jika tidak darurat, biasanya pemeriksaan radiologi akan ditunda hingga setelah persalinan. Tapi kalau kondisinya mendesak dan mengancam jiwa, prosedur tetap dilakukan dengan perlindungan ekstra, seperti penggunaan apron pelindung radiasi,” jelasnya.
Selain ibu hamil, pasien yang menjalani pemeriksaan dengan media kontras juga wajib mempersiapkan diri. Media kontras adalah zat yang dimasukkan ke tubuh agar gambaran organ lebih jelas saat diperiksa.
Sukamto menegaskan, pasien yang akan menggunakan media kontras harus menjalani tes fungsi ginjal terlebih dahulu.
“Fungsi ginjal harus normal. Ada persiapan seperti puasa dan pola makan khusus tiga hari sebelumnya,” sebutnya.
Jika ginjal bermasalah, penggunaan media kontras justru berisiko memperparah kondisi pasien. Oleh karena itu, edukasi dan persiapan menjadi bagian penting untuk meminimalisir risiko.
Dengan pendekatan ini, RSUD Taman Husada berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keterlibatan mereka dalam proses medis.
“Kami ingin pasien tidak hanya menjalani prosedur, tapi juga mengerti manfaat dan risikonya,” pungkas Sukamto. (Adv/Ira)
![]()







