Potretkata, Bontang – Memegang dua peran sekaligus bukan hal mudah, namun itulah tantangan yang dihadapi dr. Suhardi, Sp.JP. Selain bertugas sebagai dokter spesialis jantung, ia juga menjabat sebagai Direktur RSUD Taman Husada Bontang.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam menjalani peran ganda ini adalah membagi waktu antara tanggung jawab manajerial rumah sakit dan pelayanan medis bagi pasien.
“Tantangan terbesarnya memang membagi waktu. Tapi saya tetap berusaha menjalankan keduanya, meski porsinya sudah lebih teratur sejak ada satu dokter jantung lagi di sini,” ujarnya.
Saat ini, RSUD Taman Husada memiliki dua dokter spesialis jantung, sehingga beban pelayanan tak lagi sepenuhnya dipikul dr. Suhardi seorang diri. Meski demikian, untuk tindakan tertentu seperti operasi jantung, ia masih memegang peranan utama.
“Saya masih harus turun tangan untuk tindakan operasi, karena dokter spesialis jantung lainnya belum bisa melakukannya,” jelasnya.
Untuk praktik di poliklinik, dr. Suhardi meluangkan waktu dua kali seminggu, yakni setiap Selasa dan Kamis.
“Sisanya saya fokus pada tugas manajerial, mengurus laporan dan memastikan pelayanan rumah sakit berjalan optimal,” sambungnya.
Dengan sistem pembagian waktu ini, ia berharap bisa menjaga keseimbangan antara pelayanan medis dan kepemimpinan rumah sakit. Pasien tetap mendapat layanan terbaik, dan manajemen rumah sakit berjalan sesuai target. (Adv/Ira)
![]()







