Kukar – Tantangan dalam pelayanan publik tak hanya soal infrastruktur, tapi juga menyangkut ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Hal inilah yang tengah dihadapi Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara. Saat ini, jumlah aparatur yang tersedia masih jauh dari kebutuhan ideal.
“Jumlah pegawai negeri sipil kami hanya 16 orang, ditambah 11 tenaga harian lepas. Padahal idealnya minimal ada 35 PNS dan total sekitar 55 personel bila digabung dengan THL,” ungkap Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, Senin (19/5/2025).
Dengan kondisi tersebut, banyak pegawai di kecamatan harus menjalankan tugas ganda lintas seksi. Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas dan terus diupayakan berjalan secara optimal. Harapan besar kini tertumpu pada kantor camat yang baru, yang telah rampung dibangun dan tengah menunggu sambungan listrik. Julkifli meyakini bahwa keberadaan gedung baru tersebut akan menjadi titik tolak peningkatan kualitas layanan.
“Kantor baru kami dirancang multifungsi. Ada ruang rapat, ruang PATEN, mess kecamatan, dan sarana penunjang lainnya. Ini sangat membantu efektivitas kerja, apalagi saat ini kami masih kekurangan SDM,” jelasnya. Julkifli menilai, fasilitas yang memadai bisa menjadi pemicu semangat kerja serta membuka peluang perbaikan sistem pelayanan secara menyeluruh. Namun, ia menekankan bahwa keberadaan gedung saja tidak cukup.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Pemkab Kukar atas pembangunan kantor ini. Tapi untuk memaksimalkan pelayanan, kami juga butuh dukungan lain, khususnya penyelesaian sambungan listrik dan penambahan personel,” ujarnya. Ia menargetkan, jika proses pengadaan dan pemasangan listrik berjalan sesuai jadwal, maka kantor baru bisa difungsikan sekitar September atau Oktober 2025. Dengan begitu, seluruh unit kerja kecamatan bisa beroperasi dalam satu lokasi terpadu.
“Kami siap berbenah. Begitu semua kebutuhan teknis dipenuhi, kami optimistis bisa memberikan pelayanan yang jauh lebih maksimal,” pungkas Julkifli. Kecamatan Kota Bangun Darat menunjukkan bahwa meskipun keterbatasan masih menjadi kendala, tekad untuk terus melayani masyarakat dengan sepenuh hati tetap menjadi prioritas. Dengan dukungan lintas sektor, semangat ini diharapkan segera terwujud dalam pelayanan yang lebih profesional dan responsif. (Adv)
![]()






