SANGATTA – Pernikahan dini menjadi salah satu faktor penyebab stunting. Perlu pemahaman pada generasi muda supaya tidak terjerumus dalam pernikahan dini. Salah satu penyadaran generasi muda dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dengan meluncurkan video klip “GenRe Bonaan”, pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional.
Kampanye melalui video klip tersebut diharapkan mampu menjangkau generasi muda, sehingga mereka merencanakan usia pernikahan mereka dengan benar. Berbagai penelitian dan kasus KDRT memperlihatkan pernikahan dini sebagai salah satu faktor signifikan penyebab stunting.
Belum lama ini Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Achmad Junaidi, juga sekaligus Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutim, menyatakan penanganan stunting akan berkorelasi dengan meningkatkan kualitas generasi mendatang. Junaidi juga menekankan bahwa stunting bukan hanya berkutat pada masalah kesehatan, tapi juga terkait dengan masalah sosial.
Pernikahan dini merupakan masalah sosial. Mereka yang menikah dini biasanya tidak siap dalam banyak hal, baik mental, biologis, dan biasanya ekonomi juga belum mapan. Ketidaksiapan inilah yang kemudian mendorong stunting pada keturunannya. Karena itu generasi muda harus mencegah dari perkawinan dini dan lebih merencanakan pernikahan mereka dengan benar.
“Pembangunan keluarga yang kuat dan sejahtera harus dimulai dari memastikan bahwa anak-anak terbebas dari stunting. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Junaidi. Oleh karena itu, penyadaran tentang usia perkawinan terhadap generasi muda Kutim merupakan bagian dari usaha menurunkan stunting.
Program penyadaran tersebut akan berjalan beriringan dengan program-program lain, seperti program edukasi dan penyuluhan bagi ibu hamil dan balita, memastikan penggunaan alat antropometri yang standar. Termasuk juga program untuk menjamin intervensi gizi melalui program-program yang telah ada seperti PMT dan Dapur Dahsat.
Lebih lanjut, Junaidi mengingatkan bahwa penanganan stunting adalah kerja yang harus dilakukan terus menerus. Selain itu juga tidak lupa keterlibatan semua pihak dalam kolaborasi yang saling memperkuat. (ADV)
![]()







