Tenggarong — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa malam (13/10/2026). Musibah tersebut merenggut nyawa dua anak yang masing-masing berusia 7 tahun dan 3 tahun.
Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran itu juga menyebabkan orang tua kedua anak mengalami luka bakar serius. Keduanya dijadwalkan menjalani operasi di Rumah Sakit AM Parikesit pada Rabu pagi (14/10/2026), setelah mengalami luka bakar dengan luas mencapai 75 persen.
Aulia mengaku sangat prihatin atas kejadian tersebut. Ia menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban, terlebih musibah itu menyebabkan hilangnya nyawa anak-anak yang masih berusia dini.
“Kita menyampaikan belasungkawa atas terjadinya kebakaran tadi malam, terlebih karena musibah tersebut sampai merenggut korban jiwa. Ada dua anak yang meninggal dunia, masing-masing berusia 7 tahun dan 3 tahun,” ujar Aulia, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan di lingkungan rumah. Meski waktu terjadinya musibah tidak dapat diprediksi, berbagai langkah pencegahan tetap bisa dilakukan untuk menekan risiko kebakaran.
Karena itu, Aulia mengimbau seluruh masyarakat Kukar agar meningkatkan kewaspadaan dan membiasakan diri memeriksa kondisi rumah sebelum beristirahat pada malam hari. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan api yang digunakan untuk memasak benar-benar telah padam.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan peralatan listrik yang tidak digunakan sudah dimatikan. Perangkat elektronik yang tidak diperlukan juga sebaiknya tidak dibiarkan tetap terhubung dengan sumber listrik, terutama ketika penghuni rumah hendak tidur.
“Memang kita tidak pernah tahu kapan musibah akan terjadi. Namun, kita bisa melakukan mitigasi untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang hendak meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama agar mematikan aliran listrik pada perangkat yang tidak diperlukan. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi risiko korsleting listrik yang berpotensi memicu kebakaran.
Di sisi lain, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk melakukan penanganan serta menyusun langkah mitigasi. Upaya tersebut direncanakan melalui strategi jangka pendek, menengah, dan panjang.
Aulia berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut dengan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar. Ia menegaskan, pencegahan perlu dilakukan bersama agar risiko dan dampak kebakaran dapat diminimalkan.(adv)
![]()







