Potretkata.co, SEBATIK, KALIMANTAN UTARA — Pelajar SMAN 1 Sebatik, Muhammad Asy Syam Ulil Kahfi BDP, membawa nama sekolah dan daerah perbatasan dalam Forum Pelajar Indonesia ke-14 (FOR-14) yang digelar Indonesian Student and Youth Forum (ISYF) pada 5–8 Agustus 2026.
Kahfi menjadi salah satu pelajar yang mendapat kesempatan mengikuti forum nasional tersebut. Keikutsertaannya menjadi pengalaman tersendiri bagi pelajar asal Pulau Sebatik untuk berinteraksi dan bertukar gagasan dengan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
FOR-14 menjadi wadah bagi pelajar untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, sekaligus mendiskusikan berbagai isu yang berkaitan dengan pendidikan, kepemudaan, masyarakat, serta masa depan generasi muda Indonesia.
Bagi Kahfi, forum tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga membuka kesempatan untuk melihat berbagai persoalan dari sudut pandang pelajar di daerah lain.
“Pertemuan dengan peserta dari beragam latar belakang menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman dan gagasan,” kata dia, Rabu (12/8/2026).
Kehadiran Kahfi juga membawa cerita dari Pulau Sebatik, wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Kondisi geografis tersebut membuat pengalaman pelajar di Sebatik memiliki karakteristik tersendiri, terutama dalam hal akses pendidikan, pembangunan, dan kesempatan bagi generasi muda.
Melalui forum nasional itu, Kahfi berkesempatan memperkenalkan perspektif pelajar dari wilayah perbatasan sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan geografis tidak menghalangi pelajar daerah untuk mengambil bagian dalam kegiatan berskala nasional.
Selama mengikuti rangkaian FOR-14, Kahfi mendapatkan pengalaman dalam berdiskusi, bertukar pemikiran, serta membangun relasi dengan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan dan keberanian dalam menyampaikan gagasan.
Keikutsertaan Kahfi di tingkat nasional juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya di SMAN 1 Sebatik dan Pulau Sebatik untuk memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri.
Dari wilayah perbatasan, Kahfi menunjukkan bahwa pelajar Pulau Sebatik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengambil peran dalam ruang-ruang nasional. FOR-14 menjadi salah satu langkah yang memperluas pengalaman sekaligus jejaringnya sebagai generasi muda dari daerah perbatasan.
![]()






