BONTANG – Program seragam sekolah gratis di Kota Bontang tidak hanya menyasar kebutuhan siswa, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Pada tahun ajaran 2026/2027, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali menggulirkan program tersebut dengan melibatkan penjahit lokal dalam proses produksinya.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin, mengatakan skema ini tetap dipertahankan seperti tahun sebelumnya. Pemerintah ingin memastikan anggaran yang digelontorkan tidak hanya membantu peserta didik, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Pembuatan seragam akan kembali dikerjakan oleh penjahit lokal,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Untuk tahun ajaran mendatang, total seragam yang disiapkan mencapai 29.820 stel. Rinciannya, sebanyak 19.970 stel diperuntukkan bagi siswa SD, dan 9.850 stel untuk siswa SMP.
Proses pengadaan sendiri akan segera memasuki tahap lelang pada pertengahan April. Tahapan ini menjadi pintu awal sebelum produksi dilakukan secara massal oleh para penjahit yang terlibat.
Disdikbud menargetkan distribusi seragam dapat dilakukan tepat waktu, sehingga siswa sudah bisa mengenakannya saat hari pertama masuk sekolah.
“Harapannya saat tahun ajaran baru dimulai, siswa sudah menerima seragamnya,” tambahnya.
Program ini menjadi salah satu upaya Pemkot Bontang dalam menekan beban biaya pendidikan bagi orang tua. Di sisi lain, keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal juga dinilai mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Saparudin menegaskan, pihaknya akan mengawal seluruh proses agar berjalan sesuai jadwal dan tepat sasaran.
“Kami pastikan program ini berjalan optimal, baik dari sisi kualitas seragam maupun ketepatan waktu penyaluran,” pungkasnya.(adv)
![]()







