Potretkata.co, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengikuti kegiatan validasi lapangan dalam rangka apresiasi kinerja pemerintah daerah dalam menurunkan tingkat pengangguran bersama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Rabu (08/04/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dari Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang. Saat kegiatan berlangsung, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memaparkan berbagai upaya konkret yang telah dilakukan pemerintah daerah, dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Salah satu strategi utama dilakukan melalui pelatihan tenaga kerja yang rutin digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Bontang. Sepanjang 2025, pelatihan yang didukung pendanaan dari pemerintah provinsi, telah berhasil menjangkau sebanyak 572 peserta.
“Alhamdulillah adanya pelatihan seperti ini sangat membantu sekali, karena pesertanya bukan hanya dari Bontang saja, akan tapi juga dari Kutai Timur dan Berau,” ujar Neni.
Selain itu, program pelatihan tenaga kerja juga didukung dari berbagai sumber pendanaan. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang, sehingga sebanyak 1.857 orang, telah mengikuti pelatihan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Sementara itu, dukungan dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah mencakup hingga 35 peserta. Tak hanya itu, sektor swasta juga turut berkontribusi dengan melatih sebanyak 110 orang, melalui program yang difasilitasi perusahaan.
Secara keseluruhan, total sebanyak 2.574 orang telah mendapatkan pelatihan kerja sepanjang 2025 lalu. Angka ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Bontang, dalam memperluas akses pelatihan serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
“Pemkot Bontang optimistis mampu menciptakan tenaga kerja yang lebih siap bersaing di dunia industri, sekaligus menekan angka pengangguran secara berkelanjutan di daerah,” tutupnya.
![]()







